Perceptions of Students from Southbound Countries

Read about the perception of students from soutbound countries to share the insight of studying in Taiwan.

Vando Gusti Al Hakim/ National Central University

Nationality : Indonesia
Major : Department of Electrical Engineering

74525285_107472333932127_8332155711247579502_n - Vando Gusti Al Hakim.jpg
 

Hello, my name is Vando Gusti Al Hakim and my nickname is Vando. I am 23 years old from East Lampung, Indonesia who is pursuing an Electrical Engineering master degree at National Central University in Taoyuan. I am a boy who loved to listening music, watching live music performance, playing a video games, travelling, watching a movie, and also capturing photos. I am an ambivert. In my life, family is my everything. My family and as well as my friends are what makes me who I am today. My 2020 hopes for now is everyone can stay happy, healthy and do what you love.

Halo, nama saya Vando Gusti Al Hakim, bisa dipanggil Vando. Saya adalah seorang mahasiswa berusia 23 tahun yang berasal dari Lampung Timur, Indonesia. Saat ini sedang menempuh Pendidikan master Teknik Elektro di National Central University, Taoyuan. Saya suka mendengarkan musik, menonton live music, bermain video games, jalan-jalan, menonton film, dan juga memotret. Saya seorang yang ambivert. Bagi hidupku, keluarga adalah segalanya. Keluargaku dan teman-temanku adalah orang-orang yang selalu mendukung saya hingga seperti ini. Saya berharap di tahun 2020 semua orang selalu bahagia, sehat, dan melakukan hal-hal yang disukai.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

I made this decision to come forward to study in Taiwan is because Taiwan is a semi-modern country with friendly citizen, unique cultures, and devout citizens. To be honest, I do not make any regret on studying abroad here, after I came to Taoyuan I feel like I have discovered myself as more of braves and independent of doing what I want to do at Taiwan. I decided to go to Taiwan after meeting with my advisor, when he was a speaker on seminar at Indonesia. When I first arrived in Taiwan, I was very grateful to meet friends and teachers who always supported each other here. I feel like my life has fulfilled more content with happiness, success, and glory. I am truly grateful to have an opportunity to study in Taiwan, especially on NCU.

(Indonesian) 

Saya memutuskan untuk melanjutkan studi di Taiwan karena Taiwan merupakan kota semi-modern dengan masyarakatnya yang ramah, budayanya yang unik, dan warga yang patuh. Jujur, saya tidak menyesal melanjutkan studi disini. Setiba di Taoyuan, saya merasa lebih berani dan mandiri untuk melakukan apapun yang kuinginkan di Taiwan. Saya memutuskan pergi ke Taiwan setelah bertemu dengan professor (pembimbing saya saat ini). Kami bertemu ketika dia sedang mengisi seminar di Indonesia. Ketika pertama tiba di Taiwan, saya merasa sangat bersyukur dapat bertemu banyak teman dan dosen yang selalu mendukung satu sama lain. Saat ini, hidupku terasa dipenuhi dengan rasa bahagia, sukses, dan sejahtera. Saya sangat bersyukur memiliki kesempatan studi di Taiwan, khususnya di NCU.

 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

The program that I am studying now is Electrical Engineering. I study and work in the computer science lab called “Human-Computer-Interaction & Learning” lab. The main focus of my research is social robots as learning agents. I have learned how to design of interactions between humans (especially students) with social robot that have an intelligence capability. Every semester, we always have projects, both research, publications, and patents. Last semester, we collaborate with Microsoft for their latest Kinect product. And right now, my project is a social robot for learning using ASUS Zenbo. The most enjoyed in my studies is with my labmates, because every need for research is always fulfilled by the lab, campus and the Taiwan government.

(Indonesian) 

Program studi yang saya tempuh saat ini adalah Teknik Elektro. Saya belajar dan bekerja di lab computer sains “Human-Computer-Interaction & Learning” NCU. Robot sosial sebagai agen pembelajaran menjadi fokus utama risetku. Saya mempelajari bagaimana cara mendesain interaksi antara manusia (khususnya siswa) dengan robot sosial yang memiliki kecerdasan buatan. Setiap semester, kami selalu memiliki proyek, baik riset, publikasi, maupun paten. Semester lalu, kami berkolaborasi dengan Microsoft untuk me review produk Kinect terbarunya. Dan saat ini, saya sedang mengerjakan proyek robot sosial untuk pembelajaran menggunakan ASUS Zenbo. Hal yang paling menyenangkan dari studiku adalah kebersamaan dengan teman-teman lab yang ramah, kebutuhan riset yang selalu terpenuhi oleh lab, kampus, dan pemerintah Taiwan.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

The comparison of teaching method between Taiwan and my home country is Taiwan prefers more up-to-date for current conditions which is the most important thing from a study, especially on engineering. Every semester, the learning syllabus in class is always updated and adjusted to the student needs. The instructor in Taiwan lets students think creative, critically, logically to boost students’ imagination in engineering sector. Students will do a lot of homework projects while doing assignment instead of just memorizing keywords and definition. The ambiance of the university feels comfy, green, and the area size of the campus is in an effective size. Not too big, not too small.

(Indonesian)  

Perbedaan metode pengajaran antara Taiwan dan negara asalku adalah konten pembelajaran Taiwan lebih bersifat “kekinian” dengan kondisi yang dibutuhkan saat ini yang mana sangat penting dalam studi, khususnya engineer. Setiap semester, silabuspembelajaran di kelas selalu diperbaharui dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Dosen di NCU Taiwan membimbing siswa untuk berfikir kreatif, kritis, logis yang akan menumbuhkan imajinasi siswa pada sector teknik. Siswa akan lebih banyak mengerjakan tugas proyek dibandingkan hanya mengingat materi. Suasan kampus terasa nyaman, hijau, dan area kampus juga sangat efektif. Tidak terlalu besar, tidak juga terlalu kecil.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

The greatest challenge of applying in Taiwan is when dealing with all administration requirements, especially citizenship administration. To be able to get a VISA, I have to take care of approximately one month back and forth to the Indonesian capital, Jakarta for applying on TETO (Taipei Economic and Trade Office). Even before going to TETO, I had to go to 2-3 offices of the Indonesian Ministry, namely the Ministry of Law, the Ministry of Foreign Affairs, and also the legal institutions for legalizing diplomas. During that time, I had lacked legal documents from campus, so I had to re-legalization again. But I told myself I should not be so worried, I should started to think positively and willing to trust the miracle, it happened in a good way. So I tried to communicate asking for online legalization, and fortunately, my campus accept my request. During January, I got the confirmation letter from my university and applied all my documents well. The lesson I have learned is to trust yourself and keep in touch with relevant institution.

(Indonesian)  

Tantangan terbesar yang kuhadapi adalah ketika mengurus seluruh persyaratan administrasi, khususnya administrasi kenegaraan. Agar dapat memperoleh VISA, saya menghabiskan waktu hingga 1 bulan pulang-pergi ke ibukota Indonesia (Jakarta) untuk mengajukan permohonan ke TETO (Taipei Economic and Trade Office). Bahkan sebelum ke TETO, saya harus ke 2-3 kantor Kementrian Indonesia, yakni Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementrian Luar Negeri, dan juga institusi resmi yang melegalkan ijazah serta surat-surat lainnya (biasanya kampus masing-masing). Pada saat itu, perlengkapan administrasi saya yang berasal dari kampus kurang lengkap, sehingga saya harus legalisasi ulang. Tapi saya berujar dalam hati untuk tidak panik dan mencoba berfikir jernih serta percaya akan keajaiban. Saya mencoba berkomunikasi dengan pihak kampus agar permohonan legalisasi secara online disetujui dalam waktu cepat. Alhasil, pihak kampus dengan antusias menerima permohonan itu, bahkan bersedia membantu dengan cepat. Pada bulan januari, saya pun mendapatkan surat konfirmasi dari kampus Taiwan dan meng-upload seluruh berkas dengan baik. Hikmah yang bisa diambil yakni tetaplah percaya diri dan tetap berkomunikasi dengan baik dengan intitusi terkait.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

After finish studying in Taiwan, I will start to get job in Taiwan that relates to what I am studying right now. If possible, I might continue pursuing my Doctoral degree if I have a chance to continue at National Central University. For me, I would like to stay in Taiwan for my further career and family. It is because Taiwan has more career opportunities about electrical and computer science engineering with current technologies. If everything goes as well as plan, after completing my doctoral degree, I want to become a professor in the computer sciences department National Central University.

(Indonesian)  

Setelah menyelesaikan studi di Taiwan, saya akan mencari pekerjaan di Taiwan. Jikalau memungkinkan, sembari kerja, saya juga akan melanjutkan studi doktor di National Central University. Saya ingin mengembangkan karir dan berkeluarga di Taiwan, karena Taiwan memiliki peluang karir yang baik di bidang elektro dan ilmu komputer. Jika segalanya berjalan dengan baik dan lancer, setelah menyelesaikan studi doktor, saya ingin menjadi profesor di jurusan ilmu komputer National Central University.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

Studying in Taiwan surely helps me a lot on future career on the next step of my life. First, study abroad can help to have new experience, both knowledge, skill, or attitude in every aspect of my life and forces me to beyond my comfort zone. Besides that, I can be more independent, making my own decision without asking my friends or parents. I also can improve my communication skills in Mandarin, which is my passionate to learn more about Mandarin language. As an university student, I must work harder to achieve successful outcome (such as research, publication, patent) to get a better pay job to treat my family well.

(Indonesian)  

Studi di Taiwan tentu saja banyak membantu saya pada karir mendatang. Pertama, studi di luar negeri memberikan pengalaman baru, baik pengetahuan, skill, maupun sikap dalam menghadapi setiap aspek kehidupan, dan juga memaksaku untuk melampaui batas zona nyaman. Selain itu, saya juga menjadi lebih mandiri, dapat membuat keputusan tanpa harus bertanya pada teman-teman atau orangtua. Saya juga meningkatkan kemampuan berkomunikasi Mandarin, yang mana merupakan salah satu minat saya untuk belajar Bahasa Mandarin. Sebagai mahasiswa, saya akan bekerja kerjas untuk mencapai hasil yang sukses (baik riset, publikasi, paten) untuk memperoleh gaji kerja yang tinggi untuk menghidupi keluargaku dengan baik.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

The most important achievements I have reached is having more chances to release my lab research papers. Last semester, I submitted two papers for conference in Estonia and China. I really enjoyed it, because I was sure, one day my writing skills would be very necessary. From paper writing, I also get a lot of relationships and experience. I learned a lot, from doing research designs, experiments, and how to be a good writer with experienced people on my lab. I feel grateful when I can contribute to the alma mater, both for Taiwan and Indonesia. I hope that relations between Indonesia and Taiwan will always be well established.

(Indonesian)  

Pencapaian terbaik saya selama di Taiwan adalah merilis paper penelitian dari lab. Semester lalu, saya mengirim 2 buah paper konferens di Estonia dan China. Saya sangat menikmatinya, akrena tentu saja suatu saat skill menulis akan sangat berharga bagiku. Dari penulisan paper, saya juga mendapat banyak relasi dan pengalaman. Saya belajar banyak dari orang-orang berpengalaman dari lab saya mengenai desain riset, eksperimen, dan cara menjadi penulis yang baik. Saya sangat bersyukur ketika bisa berkontribusi untuk almamater, baik Taiwan dan Indonesia. Saya berharap relasi antara Indonesia dan Taiwan selalu terjaga dengan baik.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

Personally, studying in Taiwan is encourage us to be creative and critical for research world, so do not feel worry when you think your idea or concept are not good. People here will support and suggest you to get better concept. For language aspect, don’t worry if you can understand Chinese, because the most obliging Taiwanese teacher will assist you in every aspects of learning language. The citizens here are well-mannered with kind-heartedness whenever you need help in any places. They will help you if you ask them politely. You can meet friends from another countries, you can share personal experience with them too, and become a best-friends. The environment and facilities in Taiwan are also very well maintained and healthy, because there are officers who always look after them. My advice for all the foreign students, do not worry to study in Taiwan, I am pretty sure you are in love with your life in Taiwan.

(Indonesian)  

Menurut saya studi di Taiwan merupakan suatu hal yang mendorong kita untuk menjadi lebih kreatif dan kritis pada dunia riset. Sehingga jangan khawatir jika dirimu merasa ide atau konsep risetmu tidak begitu baik. Orang-orang disini akan membantu dan memberikanmu saran untuk konsep yang baik. Dari segi Bahasa, jangan khawatir jika kamu tidak bisa bahasa China, karena tenaga pengajar disini akan membantumu untuk belajar. Warga disini juga ramah dan baik hati jikalau kamu membutuhkan bantuan mereka. Mereka akan membantumu jika kamu memintanya dengan sopan. Kamu bisa bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara. Kamu bisa berbagi cerita dan pengalaman dengan mereka, dan juga menjadi teman baik. Lingkungan dan fasilitas di Taiwan juga sangat terjaga dengan baik, karena selalu ada petugas yang merawatnya. Saranku bagi seluruh siswa asing, jangan pernah ragu untuk studi di Taiwan. Saya sangat yakin kamu akan menyukai hidup di Taiwan.