Perceptions of Students from Southbound Countries

Read about the perception of students from soutbound countries to share the insight of studying in Taiwan.

Arina Khoirunnisa/ National Quemoy University

Nationality : Indonesia
Major : Business of Administration

Asking Question during QnA Session in One of the Invited Speakers Lecture - Arina Khoirunnisa.JPG 

I am Arina Khoirunnisa 23 years old from Bandung, Indonesia. I graduated from English Education Department in Indonesia University of Education. It is my first year of pursuing my master degree in Business Administration Department of National Quemoy University, Taiwan.

As an outgoing person, I am passionate in travelling, writing journal, and playing piano. In the university, I have become master of ceremony, joined several contests in news casting field and chosen as the chief of executive organization of English contest in national scale. My motivation in life is not to fear failure instead I have to fear living in the same exact place as I was before. Thus, I am motivated to try unfamiliar things, explore new places, and be brave in making decisions.

In the future, I want to run business in education field such as a center for learning languages, for instance English and Mandarin. Ultimately, I also have a wish to grant people scholarship to study in different place or overseas thus many people are able to taste the benefit of learning.

Saya Arina Khoirunnisa berusia 23 tahun berasal dari Bandung, Indonesia. Saya lulus dari Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Tahun ini merupakan tahun pertama saya kuliah master jurusan Administrasi Bisnis di National Quemoy University, Taiwan. Saya dikenal sebagai orang yang ramah dan energik, menyukai jalan-jalan. Secara pribadi hobi saya adalah menulis catatan harian dan bermain piano. Pada saat di kampus di Indonesia, saya pernah menjadi pembawa acara, mengikuti beberapa kontes membacakan berita dan dipilih sebagai ketua acara lomba Bahasa Inggris berskala nasional. Motivasi dalam hidup saya adalah untuk tidak takut gagal, tetapi takut berada ditempat yang sama seperti saya sebelumnya. Maka dari itu, saya sangat termotivasi untuk mencoba hal yang baru, menjelajahi tempat yang baru, dan berani untuk mengambil keputusan.

Di masa depan, saya ingin membangun sebuah bisnis dibidang Pendidikan. Salah satunya sentra belajar Bahasa, baik Bahasa Inggris ataupun Mandarin. Keinginan yang besar lainnya, saya ingin memberikan beasiswa Pendidikan untuk para siswa agar mereka merasakan belajar di tempat yang berbeda atau luar negeri, oleh karena itu banyak orang yang dapat merasakan manfaat dari belajar.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

This is such a bless from God because I always believe whatever God has proposed there will be ease. It was started by TEEP or Taiwan Education Experience Program. I got a chance in 2019 to experience studying mandarin from zero, attend business lecture by various lecturer from Taiwan and China, join internship program, and immerse in the culture of Taiwan. Before I went here, I have planned and prepared all documents to continue my master in the same university as I thought this program was the bridge for me to step into business field. The first two months of living in Taiwan was incredibly amazing for me.

The first reason is the citizens of Kinmen, Taiwan. Many people have great willingness to help us in understanding Chinese language. They are happy to hear us speaking Chinese and explain how the Hanzi words are formed. Thus, the improvement of language acquisition is quite fast.

Second, the university does not solely offer scholarship to smart student but they accommodate student who wants to learn and is hardworking.

Third is the great environment of Taiwan. People tend to be happier and have high life expectancy because of the security, clean air, good manner and attitude, and also support from the government. I believe those things are shaped by every habit they continuously repeat and descend it to the next generation which ultimately lead them into develop country. Therefore, I have no doubt to continue my study here.

(Indonesian) 

Saya sangat bersyukur atas apa yang diberi tuhan dan saya selalu percaya apa yang sudah ditakdirkan untuk saya akan dimudahkan. Perjalanan saya di Taiwan di awali dengan Program Pengalaman Belajar di Taiwan (TEEP). Saya mendapatkan kesempatan di tahun 2019 untuk belajar Bahasa mandarin dari nol, mengikuti kuliah bisnis dari para profesor di Taiwan dan China, mengikuti program magang, dan ikut serta dalam acara kebudayaan di Taiwan. Sebelum saya pergi ke Taiwan, saya sudah menyiapkan semua dokumen untuk melanjutkan kuliah paskasarjana di universitas yang sama karena saya berpikir program ini merupakan jembatan bagi saya untuk terjun ke dalam dunia bisnis. Dua bulan pertama tinggal di Taiwan memberi kesan yang sangat baik untuk saya.

Alasan pertama adalah warga Kinmen, Taiwan. Banyak orang yang ingin membantu kami memahami Bahasa Mandarin. Mereka senang mendengar kami berbicara Bahasa mandarin dan menjelaskan bagaimana huruf hanzi terbentuk. Oleh karenanya, kami dapat memahami Bahasa mandarin cukup cepat.

Kedua, kampus tidak hanya menyediakan beasiswa bagi mahasiswa yang pintar tetapi mereka mengakomodasi mahasiswa yang ingin belajar dan bekerja keras.

Ketiga, lingkungan Taiwan yang baik. Warga Taiwan memiliki sikap yang ramah dan menyenangkan. Mereka memiliki angka harapan hidup yang tinggi karena keamanan yang terjaga, udara yang sehat, lingkungan yang bersih, dan semuanya didukung penuh oleh pemerintah.

Saya percaya bahwa sifat mereka terbentuk oleh sikap baik yang diturunkan oleh generasi sebelumnya dan akan terus menerus diturunkan kepada generasi selanjutnya yang pada akhirnya membawa Taiwan menjadi negara maju. Maka dari itu, saya tidak ragu untuk melanjutkan kuliah saya di Taiwan.

 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

I am currently learning Business Administration. As my first time immerse in business field, I am totally excited. Here, I learn about organizational behavior, financial management, marketing, green enterprise, business ethic, innovation management, research, business writing, and all exciting materials given by the qualified lecturer.

What I love from learning Business here is many invited speakers from various international companies who share their precious journey, tips, and tricks which depict how the world of work is like. Thus, it encourages myself to acquire more knowledge by asking, reading, and also sharing with my friends. Then, the learning is not only done in the classroom but we also visit several companies and meet the manager or the owner so they can share their ups and downs in building an enterprise. Next, the project given by the lecturer are quite challenging and practical. They always open my mind and train my skills. Thus, those create a belief that I have more capability than what I have realized before.

(Indonesian) 

Saat ini saya belajar administrasi bisnis. Sebagai kali pertama saya masuk di dunia bisnis membuat saya sangat bersemangat. Disini, saya belajar perilaku organisasi, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, bisnis hiijau, penelitian, penulisan bisnis, dan materi menarik lainnya yang diberikan oleh pengajar yang berkualitas.

Hal yang saya sukai dari belajar bisnis disini adalah banyaknya pembicara yang berasal dari perusahaan internasional yang membagikan pengalamannya dan juga tips dan trik dalam menghadapi dunia pekerjaan. Hal tersebut mendorong saya untuk mencari lebih banyak ilmu dengan bertanya, membaca, dan juga berdiskusi dengan teman. Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, kami juga mengunjungi perusahaan, berbincang dengan manajer atau pemilik bisnis tersebut, dan mendengarkan kisah jatuh bangun mereka dalam membangun sebuah bisnis. Lalu, proyek yang diberikan oleh dosen cukup menantang dan berguna. Mereka selalu membuka pikiran dan mengasah kemampuan saya. Maka dari itu, hal tersebut membuat saya percaya bahwa saya memiliki kemampuan yang sebenarnya belum disadari sebelumnya.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

I really love the teaching quality. The punctuality of the lecturers, never had I experienced the teacher suddenly disappear without any information. Then, they always stand up during the lecture time, and let the students give their opinion and discuss. Besides, every teacher has their own assistant in different class which will help other students if the material is not clearly understood. Moreover, they often conduct additional tutorial to learn together. Additionally, only here, the lecturer treats the students as a farewell in the end of each semester.

Second is the diversity. As in a class the students are coming from various countries. We respect each other culture and believe without discrimination. Instead, the process of discussion is more interesting as students have different perspective and idea based on their root of heritage.

Talking about the benefit given to the students, the student card can be used in all part of Taiwan for taking bus, MRT, ferry, renting bicycle, or even entrancing the museum for free. Not to mention some discounts offered by the convenience store.

Other facilities are also offered by the university for instance comfortable dormitory with comprehensive facilities, free gym, library which is also opened on the weekend, and free water everywhere because we are only need to bring our own bottle.

(Indonesian)  

Saya sangat menyukai kualitas pengajaran di Taiwan. Ketepatan waktu dosen salah satunya. Disini saya tidak pernah menemukan dosen tidak datang tanpa memberikan kabar kepada mahasiswa. Lalu, mereka selalu berdiri ketika sedang mengajar dan memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengutarakan pendapatnya dan berdiskusi. Disamping itu, setiap dosen juga memiliki asisten di tiap kelas yang membantu mahasiswa apabila ada hal yang tidak tersampaikan secara jelas. Terlebih, mereka juga sering mengadakan tutorial tambahan untuk belajar bersama. Hanya disini juga saya menemukan dosen menjamu mahasiswa sebagai perpisahan di akhir pertemuan pada semester tersebut.

Kedua adalah keberagaman. Kelas saya terdiri atas mahasiswa yang berasal dari berbagai negara. Kami menghormati kebudayaan dan kepercayan masing-masing tanpa adanya diskriminasi. Bahkan, diskusi menjadi lebih menarik karena terdapat berbagai pandangan dan ide berdasarkan warisan budaya yang mereka miliki.

Bicara mengenai manfaat bagi mahasiswa, kartu mahasiswa dapat digunakan diseluruh penjuru Taiwan untuk naik bus, MRT, feri, menyewa sepeda, bahkan mengunjungi museum secara gratis. Ditambah lagi diskon yang diberikan oleh minimarket.

Fasilitas lainnya juga ditawarkan oleh universitas contohnya asrama yang nyaman dengan fasilitas lengkap seperti gym gratis, perpustakaan yang juga buka pada saat akhir pekan, dan minuman gratis yang tersedia di berbagai tempat jadi hanya perlu menyediakan botol minum sendiri.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

The greatest challenge is the information on the website because the first time has intention to study in Taiwan, I did not have any capability of speaking, reading, or even writing Chinese. So, the information appeared on the internet was not completed. However, if we use Chinese language, all the information is wholly appeared on the website. Yet, the problem can be solved by contacting the international office because the staffs can explain clearly all the material by using English. Second problem is the use of my veil. At that time if I wanted to join internship, they said that I was not able to use my veil. However, when my friend and I explained to them the function and the custom, they understood and could accept it. Actually, I did not face many problems because the information, regulations, and the process are given clearly.

(Indonesian)  

Tantangan terberat adalah informasi yang tersedia di dalam website. Pada saat pertama kali akan mendaftarkan diri ke Taiwan, saya tidak memiliki kemampuan berbahasa mandarin sedikit pun. Jadi informasi yang digunakan tidak lengkap. Tetapi apabila menggunakan mode Bahasa mandarin, maka informasi akan terlampirkan dengan jelas dengan rinci. Tetapi, masalah tersebut dapat diatasi dengan menghubungi kantor internasional dan mereka akan menjalaskannya dengan detil menggunakan Bahasa Inggris. Masalah kedua adalah penggunaan kerudung. Pada saat awal saya akan mendaftar program magang, mereka bilang saya tidak dapat menggunakan kerudung. Tetapi ketika saya dan teman saya menjelaskan fungsi dan aturan penggunaan kerudung, mereka mengerti dan dapat menerimanya. Pada kenyataannya, saya tidak menghadapi banyak masalah karena informasi, peraturan, dan tata caranya sudah diberikan secara jelas.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

After My plan is continuing my work at least a year in Taiwan as I want to improve my capability in learning Chinese language. I want to discover more about Taiwan and feel the ambiance, as now I am living in Kinmen which might be different with other large cities in Taiwan. Then, I want to learn the advancement of technology in Taiwan which probably can be applied in Indonesia. For example, how they support enterprise running in green business which can be sustained in this era. After that, I am curious about the education system as many people here are obedient and have well-mannered character. I believe that it is shaped by the education from their parents and school. Eventually, the system of this country has shaped me into more curious person accordingly.

(Indonesian)  

Rencana saya selanjutnya adalah bekerja di Taiwan setidaknya satu tahun untuk meningkatkan kemampuan saya berbahasa mandarin. Saya ingin menggali lebih banyak ilmu di Taiwan dan merasakan suasanya, dan karena sekarang saya tinggal di Kinmen, mungkin akan berbeda apabila saya tidak di kota besar lainnya. Lalu, saya ingin belajar mengenai perkembangan teknologi di Taiwan yang mungkin dapat di aplikasikan di Indonesia. Contohnya, bagaimana praktik hijau di Taiwan didukung di era sekarang ini. Selain itu, saya juga ingin tahu sistem Pendidikan di Taiwan karena saya melihat banyak warga yang patuh dan memiliki sopan santun. Saya percaya peran orang tua dan sekolah memiliki banyak pengaruh terhadap tata krama warganya. Dan, sistem yang dijalani oleh negara ini membuat saya menjadi ingin tahu lebih banyak dan belajar.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

First is my punctuality in accomplishing some works. The pace is faster compared to when I was in my country. Many people train me to do thing fast and right. Everything is arranged well, even eating time should be punctual unless there will be no store open. Second is independence and ability to work. As student, I got a chance to take part-time job which not all country will give to International Students. We are given chance to explore our capability and try new things such as being a shopkeeper, waitress, language teacher, or staff at school. Many of my colleagues are students in junior and high schools. Some of them take part-time job to pay their own tuition fee or add more money for their daily necessity. Thus, I believe that everyone can work after they are graduated from Taiwan. Third, as I work both in school as English teacher and in hotel, I learn a lot how to deal with people from different age. Those experiences are precious and I want younger generation to taste it as well.

(Indonesian)  

Pertama adalah ketepatan waktu saya dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Kecepatan dalam mengerjakan tugas menjadi lebih cepat. Banyak orang melatih saya untuk melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat. Semua hal di atur sedemikian rupa, bahkan jam makan juga harus tepat, jika tidak maka tidak akan ada restoran yang buka. Kedua kemandirian dan kemampuan untuk bekerja. Sebagai mahasiswa, saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja paruh waktu dimana tidak semua negara memberikan kesempatan tersebut kepada mahasiswa internasional. Banyak rekan kerja saya juga yang masih duduk dibangku SMP dan SMA. Sebagian dari mereka menyisihkan uangnya untuk membayar biaya sekolah dan ada juga yang menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. Oleh karena itu, saya percaya setiap orang dapat bekerja setelah mereka lulus dari Taiwan. Ketiga, karena saya bekerja di sekolah sebagai guru Bahasa Inggris dan bekerja di hotel, saya banyak belajar untuk menghadapi berbagai macam orang dari berbagai kalangan usia. Pengalaman tersebut sangat berharga dan saya ingin lebih banyak generasi muda merasakan hal yang sama.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

My achievement is my realization of my uncover capabilities. Last year, my friend and I planned to join singing contest. As new students, we did not have any keyboard and guitar as the instruments. It took many attempts to borrow and practice, and also sleepless nights for a whole week. However, we believed that this is new experience that we have to try. There were many people who help us as well and we did not want to disappoint them. Finally, we won. I have never joined this kind of contest but due to the supporting environment, I can finally try one. Next, on the last semester, for the first time in my life I became number one in the classroom. It is unbelievable that I will get it here. Furthermore, as aforementioned, I like journaling. I also put several wishes. And those wishes are accomplished here, for instance being invited as the guest in talk show, being appeared on the newspaper, and teaching English for the foreign students. From those implausible events, I always believe that there are many capabilities that should be trained, opportunities that should not be passed, and confidence that should be possessed.

(Indonesian)  

Pencapaian saya adalah kesadaran saya akan kemampuan yang baru saya sadari. Tahun lalu, saya dan teman saya berencana mengikuti kontes bernyanyi. Sebagai mahasiswa baru, kami tidak tahu tempat untuk mendapatkan organ dan gitar. Banyak usaha yang kami lakukan untuk meminjam alat music tersebut dan berlatih, dan juga kurang tidur dalam waktu satu minggu. Tetapi kami percaya bahwa ini adalah pengalaman baru yang harus kami coba. Pada saat itu banyak orang yang membantu kami dan membuat kami untuk tidak mengecewakannya. Akhirnya, kami menang. Saya tidak pernah mengikuti kontes seperti ini sebelumnya, tetapi karena lingkungan yang mendukung, saya akhirnya dapat mencobanya. Pada semester lalu, untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya mendapatkan posisi pertama di kelas. Saya tidak percaya saya akan mendapatkannya disini. Disamping itu, seperti sudah saya utarakan sebelumnya, saya menyukasi menulis catatan harian. Saya juga menulis beberapa keinginan. Dan keinginan tersebut dapat di raih disini seperti muncul di surat kabar, diundang sebagai tamu di acara talk show, dan mengajar Bahasa Inggris untuk warga asing. Dari kesempatan dan pencapaian tersebut, saya selalu percaya bahwa selalu ada kemampuan yang dapat diasah, peluang yang jangan terlewatkan, dan kepercayaan diri yang harus dimiliki.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

First, there is no doubt to study in Taiwan. You will meet many great people who will encourage you to be better, confident, and still humble person. Various activities are conducted for you to maximize your potential. Many universities in Taiwan also offer internship program which is the preparation stage for your working life after graduation. While waiting for that, you can find part-time job to make you recognize the working environment.

Second, high appreciation from people will be felt here. You are valued as human, not as your gender, religion, nationality, or even your wealthy. Everyone is equal here which means we have to obey the regulations, respect and help each other.

Third, with advance technology, it is very safe here. Taiwan also has the fastest internet connection in the world which help you to gather the information fast.

Above all, I believe that great environment has great impact to the mindset of the person which can lead him or her to possess great habit. In the beginning there must be a hard time for the adjustment, but it will surely fast blend if we have willingness to follow the path. Finally, the goals can be achieved. Keep fighting!

(Indonesian)  

Pertama, tidak ada keraguan untuk belajar di Taiwan. Kamu akan bertemu dengan banyak orang hebat yang akan mendorong kamu untuk menjadi lebih baik, percaya diri, dan tetap rendah hati. Banyak kegiatan yang dilaksanakan untuk memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kamu. Banyak universitas di Taiwan yang menawarkan kesempatan magang sebagai bagian dari persiapan menghadapi dunia pekerjaan setelah lulus. Sambil menunggu waktu tersebut, kamu juga dapat mendaftar kerja paruh waktu untuk mengenal dunia pekerjaan.

Kedua, apresiasi yang tinggi akan dirasakan disini. Kamu akan dihargai sebagai manusia seutuhnya, tanpa melihat jenis kelamin, agama, kebangsaan, dan bahkan kekayaan. Setiap orang sama dan harus mematuhi peraturan, menghormati dan membantu satu sama lain.

Ketiga, dengan teknologi yang mutakhir, keamanan disini sangat terjamin. Taiwan juga memiliki teknologi internet tercepat di dunia yang membantu kamu untuk mengumpulkan informasi secara cepat.

Terpenting, saya percaya bahwa lingkungan yang baik akan memberikan pengaruh yang baik terhadap pemikiran pribadi seseorang yang akan membimbing orang tersebut untuk memiliki kebiasaan yang baik juga. Diawal akan cukup berat untuk proses penyesuaian, tapi akan sangat cepat apabila kita memiliki keinginan untuk membaur. Dan pada akhirnya, cita-cita akan tercapai. Semangat!