Perceptions of Students from Southbound Countries

Read about the perception of students from soutbound countries to share the insight of studying in Taiwan.

Intho Nurshauma Syuhri/ National Taipei University of Technology

Nationality : Indonesia
Major : Electrical Engineering

Intho N Syuhri - NTUT - 2.jpg
 

My name is Intho Nurshauma Syuhri. I’m from Jember, East Java Province, Indonesia. I graduated from the University of Jember in Electrical Engineering in 2017. After my degree, I took an internship for one year in the Electrical and Electronic Laboratory within the Department of Electrical Engineering at the University of Jember. During this period, I nurtured my passion for research and I developed an interest in the field of control systems. I finally decided to continue my studies by joining with the Department of Electrical Engineering at the National Taipei University of Technology (NTUT) for a master’s degree.

Nama saya Intho Nurshauma Syuhri. Saya berasal dari Jember, Jawa Timur, Indonesia. Saya lulus dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Jember pada tahun 2017. Setelah mendapatkan gelar sarjana, saya magang selama satu tahun di Laboratorium Listrik Dasar, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Jember. Selama periode ini, saya mempunyai hasrat pada penelitian dan mengembangkan minat saya pada bidang kontrol sistem. Kemudian, saya memutuskan untuk melanjutkan studi ke jenjang magister di Jurusan Teknik Elektro, National Taipei University of Technology (NTUT).

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

First of all, it is about opportunities. Taiwan gives a bunch of opportunities for welcoming international students to study by providing scholarships through universities or funding agencies. Thanks to these schemes, I am one of the international graduate scholarship recipients provided by NTUT. These generous scholarships also mean that I have a better opportunity to continue my studies on Ph.D. level.

Second, when it comes to engineering fields, Taiwan represents an excellent study destination for engineering-minded students, as it is well-known for its global manufacturing industries particularly in the fields of electronics and information technologies. By taking advantage of these, I have a better opportunity to seek for employment in industrial sectors either in Taiwan or back at home country.

Last, it is about a work ethic. Many successful people acknowledge their success to a strong work ethic which is associated with a way of life and a habit. It has been known that Taiwan is famed for its strong work ethics that can I use to practice for a better life.

(Indonesian) 

Pertama adalah tentang kesempatan. Taiwan memberikan banyak kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk studi dengan menyediakan beasiswa baik melalui universitas maupun dari riset agensi. Berkat skema tersebut, saya adalah salah satu penerima beasiswa pascasarjana internasional yang disediakan oleh NTUT.  Dengan banyaknya skema pendanaan ini, saya juga memiliki kesempatan yang besar untuk melanjutkan sekolah saya nantinya hingga ke jenjang doktoral.

Kedua, ketika berbicara tentang rekayasa (engineering), Taiwan merupakan tujuan studi yang sangat baik untuk engineering-minded students, karena terkenal dengan industri manufaktur global khususnya di bidang elektronik dan teknologi informasi. Dengan memanfaatkan hal ini, saya memiliki peluang yang lebih baik untuk berkarir di sektor industri baik di Taiwan ataupun di negara asal saya.

Terakhir adalah tentang etos kerja. Banyak orang sukses mengakui kesuksesan mereka berkat etos kerja yang kuat yang mana dikaitkan dengan cara hidup dan kebiasaan. Kita tahu bahwa Taiwan terkenal dengan etos kerjanya yang kuat yang dapat saya gunakan untuk saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

am studying electrical engineering in the Department of Electrical Engineering at the National Taipei University of Technology. Since I had a particular interest in the control systems, I decided to join with the Intelligent Systems Laboratory where some subjects such as machine learning, deep learning, and intelligent control are the main research interests.

What I have enjoyed the most in my studies is the structure of the courses. The courses are delivered in a series of lectures then followed by a project-based report by solving a real-world problem. This method is straightforward compared with a conventional method where the course is only delivered through a series of lectures marked with a final examination.

(Indonesian) 

Saya sedang menempuh studi di Jurusan Teknik Elektro, National Taipei University of Technology. Karena saya memiliki minat khusus pada sistem kontrol, saya memutuskan untuk bergabung dengan Intelligent Systems Lab di mana memiliki konsetransi penelitian di bidang machine-learningdeep-learning dan intelligent control.

Apa yang paling saya nikmati dalam studi saya adalah metode kuliahnya. Kuliah disampaikan dengan serangkaian tatap muka yang diisi dengan teori, kemudian diikuti oleh project-based report. Metode ini lebih menyenangkan, karena kuliah diisi dengan mengaplikasikan teori dengan praktik sesuai permasalahan terkini, dibandingkan dengan metode konvensional di mana kulaih hanya disampaikan melalui serangkaian kuliah yang ditandai dengan ujian akhir.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

For the teaching quality, here I can feel a distinct learning experience. The courses are focused on making things happen through work-based learning and thus effectively stimulating curiosity in students. This curiosity in conjunction with a freedom for showcasing our own capabilities creates a competitive environment among students that leads to self-motivated learners. That makes an assignment from a lecturer is a challenge worth to do rather than a punishment.

In my department (EE-NTUT), the school is very well equipped. Laboratory is divided based on purpose such as teaching and research labs while both master and PhD students have their own individual offices in there. I am truly amazed by the way NTUT providing resources and facilities for students to enhance learning process. For instance, students can borrow an iPad from the NTUT Library if they feel necessary to use. NTUT also provides student licensed office software as well as engineering software such as MATLAB that can be installed on their own personal computers.

(Indonesian)  

Untuk pembelajaran, disini saya merasakan pengalaman belajar yang berbeda. Kuliah difokuskan untuk mendorong mahasiswa untuk membuat sesuatu (making things happen) yang mana sangat efektif untuk memicu keingintahuan mahasiswa. Keingintahuan tersebut, didukung dengan kebebasan dalam mengembangkan ide-ide, menciptakan suatu lingkungan yang kompetitif di antara sesama mahasiswa. Dengan begitu, tugas-tugas yang diberikan oleh dosen menjadi suatu tantangan tersendiri untuk dikerjakan.

Di departemen saya (EE-NTUT) ditunjang dengan peralatan yang sangat memadai. Laboratorium dibagi berdasarkan fungsinya seperti laboratorium khusus untuk kuliah ataupun khusus untuk riset. Sementara itu, disediakan ruangan tersendiri untuk mahasiswa magister dan doktoral. Saya sangat terkesan dengan NTUT dalam menyediakan fasilitas untuk mahasiswa dalam proses belajarnya. Sebagai contohnya, mahasiswa dapat meminjam iPad dari Perpustakaan NTUT jika merasa perlu untuk menggunakannya. NTUT juga menyediakan lisensi aplikasi perangkat lunak seperti MATLAB dan Ms. Office yang dapat dipasang pada komputer pribadi mahasiswa.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

Since my referee only gives me two reference letters at the same time, the greatest challenge I faced in applying to study in Taiwan was deciding which University I should send the applications. Most of universities in Taiwan have nearly the same closing date of application. So, I started to make a list for all universities in Taiwan that have an MSc in electrical engineering taught in English followed by the scholarship availability. I sorted out some universities based on those criteria until four left. That still means I had to remove another two universities based on the availability of reference letters. At this point, I went to Google to seek information and started to interview some students in there to give a comment about university that provides a bigger opportunity at most. Surprisingly, the comments were very varied based on many factors. However, I convinced myself to pick up two universities and, of course, one of those was NTUT where now I am associated with.

(Indonesian)  

Karena pemberi rekomendasi saya hanya memberi dua surat rekomendasi dalam waktu yang bersamaan, tantangan terbesar yang pernah saya hadapi dalam mendaftar kuliah di Taiwan adalah ke universitas mana saya harus mendaftar. Sebagian besar universitas di Taiwan memiliki tanggal penutupan aplikasi pendaftaran yang saling berdekatan. Jadi, saya membuat catatan tentang semua universitas di Taiwan yang mempunyai program magister di Jurusan Teknik Elektro yang mana pembelajaran dilakukan dalam beasiswa Bahasa Inggris. Selain itu, saya juga memilah hingga beberapa universitas berdasarkan kriteria tersebut ditambah dengan ketersediaan beasiswa, yang sampai pada akhirnya terpilihlah empat universitas. Itupun saya masih harus menghapus dua universitas lainnya berdasarkan ketersediaan surat rekomendasi. Pada titik ini, saya mencari informasi di Google dan mulai mewawancarai beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang ataupun pernah kuliah di sana untuk memberikan komentar tentang universitas mana yang paling banyak memberikan peluang untuk diterima beserta dengan beasiswanya. Tetapi, pendapat tersebut memiliki banyak variasi tergantung dari banyak faktor. Namun, saya meyakinkan diri saya untuk mengambil dua universitas dan, tentu saja, salah satunya adalah NTUT, tempat dimana saat ini saya sedang studi.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

After degree, I would like to stay in Taiwan and seek for employment in industry. Gaining industrial experience in such a renowned country for its manufacturing industry like Taiwan can give me more visibility internationally that leads to a better career and job prospects. At the time being, I will be preparing to look for a funding or a scholarship for doing a PhD in Taiwan. It is expected that my experience in industry can be used for cutting-edge the research and addressing a solution for an industrial-based problem. At the end, I will have a PhD degree with an industrial experience so that I can use to build a strong connection between educational institutions and industries.

(Indonesian)  

Setalah lulus, saya ingin tinggal di Taiwan dan berkarir di industri. Memperoleh pengalaman di industri khusunya di negara yang terkenal dalam hal industri manufaktur seperti Taiwan dapat memberikan nilai plus dikancah internasional yang mengarah pada karier dan prospek kerja yang lebih baik. Pada saat yang bersamaan, saya akan mempersiapkan untuk mencari pendanaan (beasiswa) baik dari industri ataupun dari kampus untuk melakukan studi doktoral di Taiwan. Saya berharap bahwa pengalaman yang saya dapatkan di industri dapat digunakan untuk mendobrak penelitian terkini dan menangani permasalahan yang terjadi di industri. Pada akhirnya, saya akan memiliki gelar doktor dengan pengalaman industri yang mana dapat saya gunakan untuk membangun hubungan yang kuat antara lembaga pendidikan dan industri.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

Basically, the future career is influenced by cognitive, interpersonal and intrapersonal capabilities. As I mentioned before, it is obvious that courses offered in NTUT can boost up the technical skills, major knowledge, curiosity, confidence level through competitiveness and problem-solving capabilities. These all are the main parts of the cognitive competencies. On the other hand, by taking part in the lab, the interpersonal competencies can be enhanced through teamwork, leadership and communication skills since lab environment has a more hierarchical character than in the class.

 Apart from academic atmospheres, it is well-known that NTUT has a diverse group of students. This will give me such an incredible life experience particularly in non-academic ways by meeting a diverse range of people and making lifelong friends. Studying abroad also means to gain independence and to learn self-reliance in which I have no one to depend on but myself. By living in Taiwan, it helps me to see my own culture through a new lens, which will allow me to give a better perspective rather than simply accepting it. These all mean that studying in Taiwan will increase my intrapersonal competencies such as intercultural skills, flexibility or adaptivity, self-awareness, tolerance and work ethic.

(Indonesian)  

Pada dasarnya, Masa depan karir dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, interpersonal dan intrapersonal. Seperti yang sebutkan sebelumnya, matakuliah yang ditawarkan oleh NTUT dapat meningkatkan keterampilan teknis, pengetahuan utama, rasa ingin tahu, tingkat kepercayaan diri melalui daya saing dan kemampuan memecahkan masalah. Disisi lain, dengan berkontribusi dalam laboratorium, kompetensi interpersonal dapat ditingkatkan melalui kerja sama tim, kepemimpinan dan keterampilan komunikasi karena lingkungan di laboratorium memiliki karakter yang lebih hirarki daripada di kelas.

 Terlepas dari atmosfer akademis, diketahui bawah NTUT memiliki beragam mahasiswa. Hal ini akan memberikan pengalaman yang luar biasa terutama dalam bidang non-akademik dengan bertemu dengan beragam orang. Belajar di luar negeri juga berarti belajar mandiri di mana saya harus bisa survive dan beradaptasi dengan lingkungan. Dengan Tinggal di Taiwan, juga membantu saya untuk melihat budaya saya sendiri melalui sudut pandang baru, yang dapat memberikan perspektif yang lebih baik daripada sekedar menerimanya saja. Dengan hal ini, studi di Taiwan akan meningkatkan kompetensi intrapersonal saya melalui keterampilan antar budaya, kemampuan beradaptasi, kesadaran diri, tolerasi dan etos kerja.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

I can say discipline is the key of achievements during my studies. I am trying to be on time and live in a systematic way, for example, by consistently getting up early morning and staying in the lab from 9 am to 5 pm in the working days. I believe that discipline is part of work ethics that many people attribute their favourable outcomes. Apart from that, we already knew that an education is important, but so is having connections. I am trying to get along with many people so I can have many friends during my studies. Since I am far from home, getting along with many people is just the way that can keep away from feeling lonely.

(Indonesian)  

Saya bisa katakan bahwa Disiplin merupakan kunci kesuksesan saya dalam belajar. Saya berusaha tepat waktu dengan cara sistematis, misalnya dengan secara konsisten bangun pagi lebih awal dan berada di laboratorium mulai dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore setiap hari kerja. Saya percaya bahwa disiplin adalah bagian dari etos kerja dimana dapat menghasilkan suatu hasil yang baik pula. Terlepas dari itu, memiliki koneksi atau hubungan baik dengan orang-orang sekitar juga sangat penting. Saya mencoba untuk menjalin hubungan dengan banyak orang dengan begitu saya akan memiliki banyak koneksi selama studi. Berteman dengan banyak orang ini juga merepukan suatu cara yang efektif untuk menghindari rasa homesick yang sering terjadi pada mahasiswa internasional.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

First, I would like to say to do your research before even start to apply to the university you are interested in. It is important to make sure that you prepare everything beforehand as like many people say, “victory loves preparation”. Second, you have to keep your eyes on the office of international affairs website, so you do not miss latest information regarding admission and scholarship matters. Third, you can look for your fellow international student society. They, somehow, provide useful information about admission tips, lifehacks, a scholarship for a particular purpose and sometimes organizing an event that can be benefit for you.

(Indonesian)  

Pertama, sebelum memulai mendaftar ke universitas yang kamu inginkan, carilah informasi sebanyak-banyak baik tentang kuliah maupun tentang riset dan hasil publikasi penelitian yang dihasilkan. Hal itu penting untuk menyakinkan kamu untuk menyiapkan segala hal, seperti yang dikatakan banyak orang bahwa “victory loves preparation”. Kedua, calon pendaftar sebaiknya memantau website international office dari universitas tujuan, dengan begitu tidak ketinggalan informasi tentang pendaftaran kuliah dan beasiswa yang ditawarkan. Ketiga, carilah kontak perhimpunan mahasiswa disana. Bagaimanapun juga, mereka biasanya menyediakan lebih banyak informasi yang bermanfaat untuk tips dan trik pendaftaran, lifehacks, beasiswa untuk tujuan tertentu dan terkadang menyelenggarakan suatu even yang bermanfaat bagi calon pendaftar.