Perceptions of Students from Southbound Countries

Read about the perception of students from soutbound countries to share the insight of studying in Taiwan.

Ceria Ciptanurani/ National Yang-Ming University

Nationality : Indonesia
Major : International Health Program

daily life photo_1.jpg
 

I am an individual who extremely passionate about science and knowledge. Thus, pursuing higher education had always been my dream since I was a high school student. I come from an ordinary family who live in a small village in Java Island where not many girls pursue a high level of education. But I proved that with a high motivation, strong intentions and hard work, being a village girl is no longer a barrier in pursuing high degree of education. Being admitted to the leading university in Indonesia with full-covered scholarship has been a big stepping stone in my life. I did nutrition in my undergraduate, then worked as a nutritionist in a hospital for one year soon after graduated. I spent another one year worked as a research assistant in a pediatric research institution at my previous university. My thirst for knowledge encouraged me to continue my education to master degree.

Saya seorang individu yang sangat bersemangat tentang ilmu dan pengetahuan. Mengenyam pendidikan tinggi selalu menjadi impian saya sejak saya masih seorang siswa sekolah menengah. Saya berasal dari keluarga biasa yang tinggal di sebuah desa kecil di Pulau Jawa di mana tidak banyak anak perempuan yang menempuh pendidikan hingga tingkat universitas. Tetapi saya membuktikan bahwa dengan motivasi tinggi, niat kuat dan kerja keras, menjadi seorang gadis desa tidak lagi menjadi penghalang dalam mengejar tingkat pendidikan yang tinggi. Masuk ke universitas terkemuka di Indonesia dengan beasiswa penuh telah menjadi batu loncatan besar dalam hidup saya. Saya mengambil program sarjana dengan jurusan gizi kesehatan, kemudian bekerja sebagai ahli gizi di rumah sakit selama satu tahun setelah lulus. Saya menghabiskan satu tahun lagi bekerja sebagai asisten peneliti di sebuah lembaga penelitian pediatrik di universitas saya sebelumnya. Rasa haus saya akan pengetahuan mendorong saya untuk melanjutkan pendidikan saya ke program magister.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

Taiwan is a developed country in Asia with different socioeconomic and different health conditions compare to Indonesia. Along with my study interest in public health, Taiwan has a distinguished health system including its health promotion. I believe that the experience of living and studying in Taiwan will give me an idea of how to develop a solution for better health conditions in my country. Another important thing is that Taiwan provides many kinds of scholarships for foreign students, both from the government and from universities. I had no doubt to come here to study since Taiwan is also considered as one of the safest countries in the world. Apart from that, Taiwan offers experience in living among modern society rooted in one of the world’s most venerable cultures.

(Indonesian) 

Taiwan merupakan salah satu negara maju di Asia dengan kondisi social ekonomi serta kondisi kesehatan yang berbeda dibandingkan dengan Indonesia. Seiring dengan minat studi saya pada kesehatan masyarakat, Taiwan memiliki sistem kesehatan yang istimewa termasuk program promosi kesehatan. Saya percaya bahwa pengalaman tinggal dan belajar di Taiwan akan memberi saya ide tentang bagaimana mengembangkan solusi untuk memperbaiki kondisi kesehatan di negara saya. Hal penting lainnya adalah Taiwan menyediakan berbagai macam beasiswa untuk pelajar asing, baik dari pemerintah maupun dari universitas. Saya tidak ragu datang ke sini untuk belajar karena Taiwan juga dianggap sebagai salah satu negara teraman di dunia. Selain itu, Taiwan menawarkan pengalaman hidup di antara masyarakat modern yang berakar pada salah satu budaya paling terhormat di dunia.

 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

Currently, I am studying international health at the International Health Program (IHP), National Yang-Ming University. IHP offers various fields and courses which perfectly match my field of interest such as epidemiology, global health, health promotion, health research methodology, biostatistics, etc. Those courses absolutely support me to gain a deeper understanding of the complex challenges in public health and also equip me to conduct high-quality health research. Moreover, IHP offers an additional course on the Chinese language for their international students who intend to develop their language skills like me. Since I enrolled in an international program, my classmates come from different countries with different cultures. Our diversity makes every class discussion more interesting. We learn the same thing in class, but we share different information based on our experience from our home country. This is the most interesting part and I really enjoy it.

(Indonesian) 

Saat ini, saya sedang menempuh pendidikan master untuk kesehatan internasional di Program Kesehatan Internasional, Universitas Nasional Yang-Ming. Program tersebut menawarkan berbagai bidang dan mata kuliah yang sangat cocok dengan minat saya seperti epidemiologi, kesehatan global, promosi kesehatan, metodologi penelitian kesehatan, biostatistik, dan lain-lain. Mata kuliah tersebut mendukung saya untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang tantangan kompleks dalam kesehatan masyarakat dan juga menjadi bekal bagi saya untuk melakukan penelitian kesehatan yang berkualitas. Selain itu, program tersebut menawarkan mata kuliah tambahan yaitu kelas bahasa Mandarin untuk mahasiswa internasional yang memiliki minat untuk mengembangkan keterampilan bahasa seperti saya. Berhubung saya mendaftar di program internasional, teman sekelas saya berasal dari berbagai negara dengan budaya yang berbeda. Keragaman kami membuat setiap diskusi di kelas lebih menarik. Kami belajar hal yang sama di kelas, tetapi kami berbagi informasi berbeda berdasarkan pengalaman kami dari negara asal kami. Hal ini merupakan pengalaman yang paling menarik dan saya sangat menikmatinya.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

In terms of the qualification of the lecturer, most of the professors at National Yang-Ming University (NYMU) were graduated from reputable universities in the world such as Harvard, John Hopkins, and Oxford which indicate that they have a high qualification and standard. Most of the time, the teaching methods they used here are more interactive compare to what I experienced in Indonesia. For instance, the professors not only deliver a conventional presentation in class, but they also use interactive online quizzes, etc. which always encourage active participation from the students. The utilization of technology in education in Indonesia is not as profound as here in Taiwan. In terms of facilities, it is not really different between Taiwan and Indonesian universities.

(Indonesian)  

Dalam hal kualifikasi dosen, sebagian besar profesor di National Yang-Ming University (NYMU) merupakan lulusan dari berbagai universitas terkemuka di dunia seperti Harvard, John Hopkins, dan Oxford yang menunjukkan bahwa mereka memiliki kualifikasi dan standar yang tinggi. Metode pengajaran yang mereka terapkan di sini lebih interaktif dibandingkan dengan apa yang saya alami di Indonesia. Misalnya, para profesor tidak hanya menyampaikan presentasi konvensional di kelas, tetapi mereka juga menggunakan kuis online interaktif, dan metode lain yang mendorong partisipasi aktif dari para mahasiswa. Pemanfaatan teknologi dalam pendidikan di Indonesia tidak sedalam di Taiwan. Dalam hal fasilitas, tidak jauh berbeda antara Taiwan dan universitas di Indonesia.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

The challenge I faced was the preparation process of all the requirements needed for applying the scholarship (Taiwan International Cooperation and Development Fund/ICDF scholarship) and also to the university because at that time I was still a full-time employee in a research institution so that I didn’t have much free time to prepare everything. But I had strong intentions to continue my education. I always used my free time to improve my English language skills and improve my English writing skills. I learned independently without taking any English language courses. I was actively looking for information on how to prepare all the university requirements by attending some events such as Taiwan university exhibitions in my country.

(Indonesian)  

Tantangan yang saya hadapi adalah proses dalam menyiapkan semua persyaratan yang diperlukan dalam melamar beasiswa (beasiswa Taiwan International Cooperation and Development Fund/ICDF) dan juga proses melamar ke universitas, karena pada waktu itu saya masih bekerja penuh waktu di sebuah lembaga penelitian sehingga saya tidak punya banyak waktu luang untuk mempersiapkan semua persyaratan yang diperlukan. Tetapi saya memiliki niat dan motivasi yang kuat untuk melanjutkan pendidikan. Saya selalu menggunakan waktu luang saya untuk meningkatkan keterampilan bahasa Inggris saya dan meningkatkan keterampilan menulis dalam bahasa Inggris. Saya belajar secara mandiri tanpa mengambil kursus bahasa Inggris. Saya secara aktif mencari informasi tentang bagaimana mempersiapkan semua persyaratan melamar ke universitas dengan menghadiri beberapa acara seperti pameran universitas Taiwan di negara saya.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

After finishing my master's program in international health, I plan to start developing my career as a public health practitioner in a health organization or NGO. I also plan to conduct health research and educate young generations by being a member of the faculty. I will not stay in Taiwan after I graduate but going back to Indonesia. There are still many health problems to be solved in Indonesia. Having this opportunity to study in Taiwan means that I will devote my time to make the most out of it and grab as much as I could learn from here to bring back to my home country.

(Indonesian)  

Setelah menyelesaikan program magister saya di bidang kesehatan internasional, saya berencana untuk mulai mengembangkan karir saya sebagai praktisi kesehatan masyarakat di sebuah organisasi kesehatan atau LSM. Saya juga berencana untuk melakukan penelitian kesehatan dan mendidik generasi muda dengan menjadi dosen di sebuah fakultas. Saya tidak akan tinggal di Taiwan setelah saya lulus tetapi kembali ke Indonesia. Masih banyak masalah kesehatan yang harus diselesaikan di Indonesia. Memiliki kesempatan untuk belajar di Taiwan berarti bahwa saya akan mencurahkan waktu saya untuk memanfaatkan sebaik-baiknya dan meraih sebanyak mungkin yang dapat saya pelajari dari sini untuk diterapkan di negara asal saya.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

Studying in Taiwan gives me a chance to experience world-class education and competitiveness among international students. Besides, study in Taiwan definitely exposes me to many new experiences and different ways of living. I encounter people from other countries and making friend with them. This absolutely broadens my network of connection which will be useful for my future career. Studying here also improves my language skills both English and Chinese which definitely become valuable assets for future career. Most importantly, knowledge and skills about health and health research I learn during my master in Taiwan will be a strong weapon for me to be a qualified personnel in dealing with health problems in Indonesia which will be my career path in the future.

(Indonesian)  

Belajar di Taiwan memberi saya kesempatan untuk menikmati pendidikan kelas dunia dengan daya saing di antara mahasiswa internasional. Selain itu, belajar di Taiwan memberikan saya banyak pengalaman baru dan cara hidup yang berbeda. Saya bertemu orang-orang dari negara lain dan berteman dengan mereka. Hal ini benar-benar memperluas jaringan koneksi saya yang akan berguna untuk karir masa depan saya. Belajar di sini juga meningkatkan kemampuan bahasa saya, baik bahasa Inggris dan Mandarin yang menjadi aset berharga untuk karier di masa depan. Hal yang paling penting adalah pengetahuan dan keterampilan tentang penelitian kesehatan dan kesehatan yang saya pelajari selama masa magister di Taiwan akan menjadi senjata yang kuat bagi saya untuk menjadi personel yang berkualitas dalam menangani masalah kesehatan di Indonesia yang akan menjadi jalur karier saya di masa depan.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

During my study in Taiwan, I compete with international students who come from different countries in the world. It motivates me to learn more and keep a good performance on the academic field because I feel like I represent my country when I am sitting in class as the only student from Indonesia. I see satisfying grades on academic field as my key achievement here. Besides, I also learn Chinese language with the target to be able to communicate using Chinese language after my completion of the study. I consider that the ability in speaking Chinese language as another achievement during my study in Taiwan.

(Indonesian)  

Selama belajar di Taiwan, saya bersaing dengan mahasiswa internasional yang datang dari berbagai negara di dunia. Hal ini memotivasi saya untuk belajar lebih giat dan mempertahankan prestasi yang baik di bidang akademik karena saya merasa bahwa saya mewakili negara saya ketika saya duduk di kelas sebagai satu-satunya siswa dari Indonesia. Prestasi yang memuaskan di bidang akademik sebagai pencapaian utama saya di sini. Selain itu, saya juga belajar bahasa Mandarin dengan target untuk dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin setelah saya selesai belajar. Saya menganggap bahwa kemampuan berbahasa Mandarin sebagai prestasi lain yang saya raih selama saya belajar di Taiwan.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

For foreign students who are interested to study in Taiwan, take the opportunity to learn as much as you can. If you are applying for an international program, no need to worry if you cannot speak Chinese as yet. I strongly recommend the foreign students not to limiting their self to only learn their major while they are staying in Taiwan. Take the opportunity to also learn Chinese language. I believe that learning new languages will never be in vain. Engage with locals, enjoy the foods and their vibrant cultures, and explore this small beautiful island. Taiwan has many beautiful attractions which too good to pass up. Most importantly, study in Taiwan will be the great opportunity to build up a global network of connections.

(Indonesian)  

Untuk mahasiswa asing yang tertarik untuk belajar di Taiwan, ambil kesempatan untuk belajar sebanyak mungkin. Jika Anda mendaftar untuk program internasional, tidak perlu khawatir jika Anda belum bisa berbahasa Mandarin. Saya sangat menyarankan mahasiswa asing untuk tidak membatasi diri mereka untuk hanya belajar sesuai jurusan yang mereka ambil saat mereka tinggal di Taiwan. Manfaatkan juga untuk belajar bahasa Mandarin. Saya percaya bahwa belajar Bahasa tidak akan pernah sia-sia. Berbaurlah dengan penduduk setempat, nikmati makanan dan budaya mereka yang sangat menarik, dan jelajahi pulau kecil yang indah ini. Taiwan memiliki banyak tempat wisata indah yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Hal yang paling penting adalah belajar di Taiwan akan menjadi peluang besar untuk membangun jaringan koneksi yang sangat luas.