新南向國家學生心得分享

想知道國際學生們對於在臺灣唸書有什麼想法和感受?您一定要聽聽他們的故事。

Mohammad Ainul Maruf/ Taipei Medical University

From : Indonesia
Major : Ph.D. Program in Global Health and Health Security


DSCF0976 - Mohammad Ainul Maruf.jpg
 

Hi! My name is Mohammad Ainul Maruf. Everyone can call me Arvin. I am a 30-year-old student from Indonesia. I got my bachelor’s degree from Indonesia’s university and my master’s degree from Thailand’s university. I have working experience for 6 years with a variety of professions, ranging from community development facilitators, program development officers, and to becoming a lecturer for undergraduate students in one school of public health in my country. My passion and desire to broaden my knowledge, abilities, and experiences in the health field has brought me to the “Heart of Asia” country, Taiwan. I am currently taking a Ph.D. program in Global Health and Health Security at Taipei Medical University. This is one of the best decisions that I have ever made in my life.

Hai! Nama saya Mohammad Ainul Maruf. Panggil saya Arvin. Saya merupakan mahasiswa berusia 30 tahun dari Indonesia. Saya mendapatkan gelar sarjana dari universitas di Indonesia dan mendapatkan gelar master dari universitas di Thailand. Saya memiliki pengalaman bekerja selama 6 tahun dengan beragam profesi, mulai dari fasilitator pemberdayaan masyarakat, staf pengembangan program, hingga kini merupakan dosen pada program sarjana Kesehatan Masyarakat di sebuah kampus di Indonesia. Hasrat dan keinginan saya untuk memperluas wawasan, kemampuan, dan pengalaman di bidang kesehatan telah membawa saya ke negara “Jantung Asia” Taiwan. Saat ini saya berkuliah Ph.D di jurusan Kesehatan Global dan Keamanan Kesehatan di Taipei Medical University (Universitas Kedokteran Taipei). Ini merupakan salah satu keputusan terbaik dalam hidup yang pernah saya buat.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

I firstly met Taiwanese professors when Taipei Medical University had an onsite interview at the university that I worked in Jakarta. The professors who came represented how Taiwanese scientists and academicians had been thinking ahead in the fields of medicine and health for the benefit of humankind. After those moments, I tried to find out more information about Taiwan. Taiwan is among the best countries to study and live. So many choices of the best campuses that offer a variety of programs. In fact, like my campus where I study now, it offers a very specific program and rarely exists in other countries: Global Health and Health Security. Everything is so convenient here, ranging from food, shelter, public transportation as well as shopping and travel spots. The professors here are mostly graduates of leading universities in the world and have many experiences in their expertise areas and published a lot of useful and powerful scientific research articles. Taiwan has a high quality of life and also has the best health care system in the world. It makes me even more convinced to pursue a higher degree and live in Taiwan.

(Indonesian) 

Saya pertama kali bertemu dengan dosen Taiwan ketika Taipei Medical University mengadakan wawancara di kampus tempat saya bekerja di Jakarta. Dosen yang datang menunjukan bagaimana seorang ilmuan dan akademisi Taiwan dalam bidang kedokteran dan kesehatan jauh berpikir ke depan untuk kebermanfaatan bagi umat manusia. Setelah itu, saya mencari tahu lebih banyak informasi mengenai Taiwan. Taiwan merupakan salah satu negara terbaik untuk belajar dan tinggal. Begitu banyak kampus terbaik yang menawarkan beragam jurusan. Pada kenyataannya, seperti kampus tempat saya kuliah sekarang, menawarkan jurusan yang begitu spesifik dan jarang ada di negara lain: Kesehatan Global dan Keamanan Kesehatan. Segalanya begitu nyaman di sini, mulai dari makanan, tempat tinggal, transportasi umum dan juga tempat berbelanja dan jalan-jalan. Kebanyakan dosen di sini lulus dari kampus-kampus terbaik di dunia dan memiliki sejumlah pengalaman dalam bidang keahlian mereka serta mempublikasikan begitu banyak artikel ilmiah yang bermanfaat.  Taiwan merupakan negara yang memiliki kualitas hidup yang tinggi dan mempunyai sistem pelayanan kesehatan terbaik di dunia. Hal itu membuat saya semakin yakin untuk menempuh pendidikan tinggi dan tinggal di Taiwan. 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

I am a first-year student in the Ph.D. program in Global Health and Health Security, College of Public Health, Taipei Medical University (TMU). When I first came to Taiwan, staffs from TMU’s Office of Global Engagement were very helpful by providing sufficient information to start a life here. They made several meetings that allow students to step by step do the registration process to be a formal student and alien resident. The professors in my program are among the best experts in the field of global health or related areas. Understanding that their students were coming from different backgrounds, professors usually dig into the student's initial knowledge before exploring further the topic that they will convey. There were also guest lecturers from large organizations in Taiwan such as Taiwan CDC and ICDF and also several speakers from abroad. I enjoy the atmosphere of world-class education on my campus.

(Indonesian) 

Saya merupakan mahasiswa tingkat satu Ph.D di jurusan Kesehatan Global dan Keamanan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Taipei Medical University (TMU). Ketika pertama kali saya datang ke Taiwan, staf dari Kantor Urusan Global TMU banyak membantu dengan memberikan informasi yang cukup lengkap mengenai cara memulai hidup di Taiwan. Mereka membuat beberapa pertemuan yang memungkinkan mahasiswa selangkah demi selangkah melakukan proses pendaftaran untuk menjadi mahasiswa dan penduduk asing (alien resident) resmi di sini. Dosen-dosen di jurusan saya merupakan para ahli terbaik di bidang kesehatan global dan bidang terkait. Memahami bahwa mahasiswanya berasal dari latar belakang yang beragam, dosen-dosen biasanya menggali pengetahuan dasar mahasiswa sebelum menjelajah lebih jauh topik yang akan dibahas. Ada pula kuliah tamu dari organisasi besar di Taiwan seperti Taiwan CDC dan ICDF dan beberapa ahli dari luar negeri. Saya menikmati atmosfer pendidikan kelas dunia di kampus saya.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

Higher education institutions in Indonesia are still in the development stage. They are arguably still just beginning to use technology for teaching and learning activities. They also have a very large number of students in one classroom with sometimes inadequate facilities. Campus here in Taiwan has much better facilities. First, for example, there is the My2TMU e-learning portal that makes it easy for students to access lecture materials, upload lecture assignments and interacts with lecturers outside the classroom. Secondly, the campus in Taiwan makes it easy for students to access articles for free from the highest impact factor international journals. Third, the internet network on campus is relatively fast and reaches all sides of the campus. Fourth, sports facilities are adequate that students can maintain their health through physical activity. In terms of teaching methods, lecturers always encourage students to express their opinions actively. In addition, lecturers also often provide anti-mainstream views in seeing an issue. This makes students think more creative and innovative. Differences in class views are seen as natural as long as we are able to provide rational arguments. Another thing I like about my campus is that it is located around the commercial area. It’s very easy for me to go to landmark skyscraper Taipei 101 and also easy to access public transportation and u-bike to go anywhere.

(Indonesian)  

Institusi pendidikan tinggi di Indonesia masih dalam tahap pengembangan. Mereka bisa dibilang baru memulai penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Mereka juga memiliki jumlah mahasiswa yang besar dalam satu ruang kelas yang kadang fasilitasnya kurang memadai. Kampus saya di Taiwan memiliki fasilitas yang jauh lebih baik. Pertama, contohnya, ada portal e-learning My2TMU yang memudahkan mahasiswa untuk mengakses materi kuliah, mengunggah tugas kuliah dan berinteraksi dengan dosen di luar ruang kelas. Kedua, kampus di Taiwan memudahkan mahasiswanya untuk mengakses jurnal internasional ber-impact factor tinggi secara gratis.  Ketiga, jaringan internet di kampus relatif cepat serta menjangkau semua sisi dan sudut kampus. Keempat, fasilitas olahraga sangat memadai sehingga mahasiswa dapat menjaga kesehatan mereka dengan melakukan aktifitas fisik. Dalam hal metode pembelajaran, dosen-dosen selalu mendorong mahasiswa untuk menyampaikan pendapat mereka secara aktif. Selain itu, dosen-dosen juga sering menyampaikan pandangan yang anti-mainstream dalam memandang sebuah isu. Ini membuat mahasiswa berpikir lebih kreatif dan inovatif. Perbedaan pandangan yang terjadi di dalam kelas dipandang sebagai sesuatu hal yang lumrah selama kita bisa memberikan argumentasi yang rasional. Hal lain yang saya sukai dari kampus saya adalah lokasinya yang berada di area komersil. Sangat mudah bagi saya mengunjungi Menara Taipei 101 dan juga gampang untuk mengakses transportasi umum dan sepeda sewaan u-bike untuk pergi ke mana saja.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

The biggest obstacle for me is the legalization process of the latest educational documents. I earned my master's degree in Thailand, while at the time I was applying to study in Taiwan, I lived in Indonesia. So, I had to go to Bangkok to legalize my degree certificate at the Taipei Economic and Cultural Office (TECO) Bangkok. This was certainly quite time-consuming and costly. In addition, health checks that need to be done for the visa application can only be done in certain clinics, which do not include public hospitals. I lived quite far from the clinics that are included in the list, so I had to get permission not to work at that time for two days: when having a medical examination and when taking the results of the health examination. I dealt with this situation by taking care of everything in advance and also used my savings to go to Thailand to get stamp for my degree certificate from TECO Bangkok office.

(Indonesian)  

Kendala terbesar bagi saya adalah proses legalisasi dokumen pendidikan terakhir. Saya mendapatkan gelar master saya di Thailand, yang mana ketika hendak mendaftar kuliah di Taiwan, saya berada di Indonesia. Sehingga, saya harus pergi ke Bangkok untuk mengurus legalisasi ijazah saya di Kantor Ekonomi dan Budaya Taipei (TECO) Bangkok. Hal ini tentu saja memakan waktu dan biaya. Selain itu, pemeriksaan kesehatan yang harus dilakukan untuk pendaftaran visa hanya dapat dilakukan di klinik tertentu, yang tidak termasuk rumah sakit umum. Saya tinggal cukup jauh dari klinik terdaftar, sehingga saya perlu meminta izin tidak bekerja pada saat itu selama dua hari: ketika melakukan pemeriksaan kesehatan dan ketika mengambil hasil pemeriksaan. Saya mengatasi persoalan ini dengan mempersiapkan segala hal lebih awal dan juga menginvestasikan tabungan saya untuk pergi ke Thailand guna mendapatkan stempel pada ijazah saya dari kantor TECO Bangkok.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

I hope to remain to stay in Taiwan if there is a chance for me to be a research assistant or pursue post-doctoral studies. However, for now, it seems that I have to go back to teach at my university in Indonesia after I finished my studies. I also hope I can have a collaboration, in terms of research for example, with my current university in Taiwan in the future. I want to be able to return here occasionally and provide more significant benefits for both countries. Many things I want to explore from Taiwanese culture and exotic places, as well as to meet more Taiwanese and foreign people. When that time comes, when I have to go back to Jakarta, I will feel very sad. Because during my life here for more than one semester now, I feel comfortable and feel my life is healthier and more productive than the life I had before.

(Indonesian)  

Saya berharap tetap tinggal di Taiwan jika ada kesempatan untuk menjadi asisten peneliti atau sebagai mahasiswa paska-doktoral. Namun, untuk saat ini, sepertinya saya harus kembali mengajar di universitas saya di Indonesia setelah menyelesaikan kuliah di sini. Saya juga berharap saya dapat memiliki kolaborasi, dalam hal penelitian misalnya, dengan universitas saya saat ini di Taiwan di masa yang akan datang. Saya ingin bisa kembali ke sini sesering mungkin dan memberikan manfaat yang berarti bagi kedua negara. Banyak hal yang ingin saya jelajahi dari kebudayaan dan tempat-tempat eksotik di Taiwan, juga bertemu dengan lebih banyak orang Taiwan dan orang asing. Ketika saat itu tiba, saya harus kembali ke Jakarta, saya akan merasa sangat sedih. Dikarenakan selama saya tinggal di sini, saya merasa sangat nyaman dan merasa hidup saya lebih sehat dan produktif dibandingkan sebelumnya.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

Taiwan is one country that can respond to COVID-19 very well. Here I can feel and learn firsthand how Taiwan dealt with this infectious disease problem because I studied in the Global Health and Health Security program. What I have learned here, of course, I can bring back to my country. The problem of infectious diseases caused by this kind of virus is not impossible to occur again in the future. When that happens, I hope I will be able to contribute more to my country and transfer the knowledge I have learned here to the people and stakeholders in my country. I will also apply a good learning method here when I return to teaching in Indonesia. Scientific publications as a condition of graduation also certainly bring good influence for my future career as a lecturer. By having more scientific publications in the future, I can get a promotion at my university in Indonesia.

(Indonesian)  

Taiwan merupakan sebuah negara yang dapat menangani COVID-19 dengan sangat baik. Di sini saya dapat merasakan dan belajar secara langsung bagaimana Taiwan menghadapi permasalahan penyakit menular ini karena saya berkuliah di jurusan Kesehatan Global dan Keamanan Kesehatan. Apa yang saya pelajari di sini, tentu saja, bisa saya bawa pulang ke negara saya. Kejadian pandemi seperti ini bukan tidak mungkin akan terjadi lagi di masa yang akan datang. Ketika itu terjadi, saya berharap saya bisa berkontribusi lebih di negara saya dan mentransfer pengetahuan yang saya dapatkan di sini kepada masyarakat dan pengambil kebijakan di negara saya. Saya juga akan menerapkan metode pembelajaran yang baik di sini ketika saya kembali mengajar di Indonesia. Publikasi ilmiah sebagai syarat kelulusan juga tentu saja memberikan pengaruh baik bagi karir saya sebagai dosen. Dengan mempunyai lebih banyak publikasi ilmiah, saya bisa mendapatkan promosi di kampus saya di Indonesia.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

So far, my biggest achievement is to win second place in a dance competition at the International Cultural Night on my campus. My team and I performed traditional dances from our country. It's very nice to be able to introduce our culture to the professors, students, and staff on my campus. Due to difficulties in getting traditional customs, my friends and I sewed the clothes we would use to dance. We bought the fabric at the Yongle Market, Taipei. This made me also able to explore cheap shopping places in Taiwan. Besides, another achievement is my average score above 85 for the previous semester so that I can continue to get a scholarship from my campus. I am determined to be able to complete this study on time and be able to publish my research article in leading international journals. Something might also be called an achievement is that I have visited cities outside of Taipei, such as New Taipei city, Taoyuan, Taichung, Hualien, and Taitung during my winter vacation mostly by myself. I also stayed several times with local people.

(Indonesian)  

Sejauh ini, pencapaian terbesar saya adalah mendapatkan juara dua dalam kompetisi menari pada Malam Budaya Internasional di kampus saya. Saya dan tim menampilkan tarian tradisional dari negara kami. Sangat menyenangkan untuk memperkenalkan kebudayaan kami pada dosen, mahasiswa dan staf di kampus kami. Dikarenakan kesulitan untuk mendapatkan busana daerah, saya dan teman-teman menjahit sendiri busana daerah yang akan kami gunakan untuk menari. Kami membeli bahan kain di Pasar Yongle, Taipei. Ini membuat saya tahu adanya tempat belanja murah di Taiwan. Selain itu, pencapaian lainnya adalah rata-rata nilai saya semester lalu di atas 85 sehingga saya bisa terus mendapatkan beasiswa dari kampus saya. Saya bertekad untuk menyelesaikan kuliah ini tepat waktu dan mampu mempublikasikan artikel penelitian saya di jurnal internasional terkemuka. Hal lain yang juga mungkin bisa dianggap sebagai pencapaian adalah saya telah mengunjungi beberapa kota di luar Taipei, seperti Taipei Kota Baru, Taoyuan, Taichung, Hualien, dan Taitung selama liburan musim dingin lalu. Saya seringkali berjelajah sendiri dan beberapa kali tinggal bersama masyarakat lokal.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

For anyone who wants to experience the best quality of education and also a good standard quality of life, studying in Taiwan is the right choice. Taiwan offers the quality of higher education, with so many choices of majors/programs that are unique and very relate to our current life and the future. In addition to the choice of programs in Chinese, there are also many English taught programs that are international class. The culture and natural scenery in Taiwan are very beautiful. The cities are modern and interconnected with one another. Taiwanese people are also very friendly and have a strong perseverance character. Studying in Taiwan will not only improve the quality of our lives today but also enhance our careers in the future.

(Indonesian)  

Bagi siapapun yang ingin merasakan pendidikan dan kehidupan dengan kualitas terbaik, berkuliah di Taiwan adalah pilihan yang tepat. Taiwan menawarkan pendidikan tinggi berkualitas dengan begitu banyak pilihan jurusan yang unik dan sangat terkait dengan kehidupan kita di masa kini dan masa depan. Selain pilihan jurusan berbahasa Mandarin, ada begitu banyak jurusan berbahasa Inggris yang merupakan kelas internasional. Budaya dan pemandangan alam di Taiwan sangat indah. Kota-kota di sini modern dan saling terhubung satu sama lain. Orang-orang Taiwan juga ramah sekali dan memiliki karakter ketekunan yang kuat. Kuliah di Taiwan tidak hanya akan memperbaiki kualitas hidup kita saat ini tetapi juga meningkatkan karir kita di masa yang akan datang.