新南向國家學生心得分享

想知道國際學生們對於在臺灣唸書有什麼想法和感受?您一定要聽聽他們的故事。

Yosika Septi Mauludina/ Taipei Medical University

From : Indonesia
Major : Graduate Institute of Injury Prevention and Control


2 (2) - yosika mauludina.png
 

I am Yosika Septi Mauludina, a bachelor of physical therapy from Indonesia who currently studying in the Graduate Institute of Injury Prevention and Control at Taipei Medical University. Since I involve myself in the youth organization such as the Indonesian Physical Therapy Association, International Language Forum, and another non-academic organization that has a vision to giving community service, I am interested to broaden my knowledge at the international level, mainly in the healthcare sector. Besides, as a girl who loves traveling, I am passionate to learn cultural activities both domestic and overseas and share my experiences through my blog and social media. I think, as a young generation it is very important to have knowledge about our own cultures and global cultures because we are global citizens who live among diversities. To understand the value of our own culture and to know another culture is the main point for us to live in the unity of diversity.

Saya Yosika Septi Mauludina, seorang sarjana Fisioterapi dari Indonesia yang saat ini sedang belajar di Institusi Pascasarjana Pencegahan dan Pengendalian Cedera di Taipei Medical University. Sejak saya melibatkan diri saya di dalam organisasi kepemudaan seperti Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia, Forum Bahasa Internasional, dan organisasi non-akademik lainnya yang memiliki visi untuk memberikan pelayanan masyarakat, saya tertarik untuk memperluas pengetahuan saya pada level internasional terutama pada sektor pelayanan kesehatan. Disamping itu, sebagai seorang perempuan yang sangat suka bepergian membuat saya tertarik untuk mempelajari tentang kebudayaan, baik kebudayaan lokal maupun luar negeri dan membagikan pengalaman saya melalui blog dan sosial media. Menurut saya, hal yang sangat penting bagi generasi muda adalah pentingnya memiliki pengetahuan tentang budaya kita sendiri dan budaya global karena kita adalah masyarakat dunia yang hidup di antara keberagaman. Mengetahui nilai-nilai di dalam budaya kita dan budaya orang lain adalah poin utama bagi kita untuk hidup dalam kesatuan keanekaragaman.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

In the past, my dream was the same as most people, continuing to study in the USA, Europe, or Australia. While not many people have hopes to continue studying in one of the countries in Asia, Southeast Asia, or South Asia. The country of Taiwan itself may never have occurred to the minds of people, either I. But after reading a few references, it turns out there are many sides of Taiwan that so far not many people know. In the midst of the Qibla of modern society in Western countries, Taiwan introduced itself as "A Small Island but Powerhouse" which has a lot of potential in various fields. As Forbes once wrote, in the economic and political fields, Taiwan has a big role as a country that is able to change the state from underdeveloped to become a model of freedom and prosperity. On the other hand, in the technology and education field, Taiwan has shown a significant role in the field of research and science. Besides, Taiwan has an attraction to be explored deeper, Taiwan also offers very large scholarship programs for foreign students, this is an interesting promotion since Taiwan also has very beautiful tourist destinations. I was imagining if I could study in a country that has great potential in the fields of education, technology, economics, and health. A country that has an interesting culture that has been maintained until now. I would never say "no" to such valuable things. Besides that, it is a very good opportunity for me, as someone who likes to learn many new things makes me want to feel living in Taiwan and being a student there. With hope, I not only can learn academically, but also non-academically such as build networking and enjoying life in the midst of cultural differences, values, and customs that will provide valuable experiences in my life.

(Indonesian) 

Dahulu mimpi saya sama dengan kebanyakan orang, yaitu melanjutkan belajar ke USA, Eropa, atau Australia. Sedangkan, tidak banyak orang berharap melanjutkan belajar di salah satu negara di Asia, Asia Tenggara, atau Asia Selatan. Negara Taiwan sendiri mungkin tidak pernah terbersit di benak orang-orang, begitu pula dengan saya. Tetapi setelah saya membaca beberapa referensi, ternyata banyak sisi Taiwan yang sejauh ini tidak banyak orang tahu. Ditengah kiblat masyarakat modern pada negara-negara Barat, Taiwan memperkenalkan dirinya sebagai “Pulau Kecil yang Kuat” yang mana memiliki sangat banyak potensi di berbagai bidang. Seperti kata Forbes; dalam bidang ekonomi dan politik, Taiwan memiliki pengaruh besar sebagai negara yang mampu mengubah negaranya dari terbelakang menjadi model kemerdekaan dan kemakmuran. Di sisi lain, pada bidang teknologi dan pendidikan, Taiwan menunjukkan pengaruh penting untuk bidang penelitian dan sains. Hal yang tidak kalah penting adalah Taiwan memiliki banyak tempat menarik untuk dijelajah lebih dalam dan juga menawarkan banyak program-program beasiswa untuk pelajar asing. Semua itu adalah promosi yang sangat menarik karena Taiwan juga memiliki destinasi wisata yang sangat indah. Saya membayangkan, jika saya saya bisa belajar di sebuah negara yang memiliki potensi luar biasa di dalam bidang pendidikan, teknologi, ekonomi, dan kesehatan. Sebuah negara yang memiliki kebudayaan lokal yang sangat menarik yang masih terpelihara sampai sekarang. Saya tidak akan pernah berkata “tidak” untuk hal yang sangat bernilai seperti itu. Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi saya sebagai seseorang yang suka belajar banyak hal-hal baru membuat saya ingin merasakan tinggal di Taiwan dan menjadi seorang murid disana. Dengan harapan, saya tidak hanya belajar secara akademik, tapi juga non-akademik seperti membangun relasi dan menikmati hidup di tengah-tengah perbedaan budaya, nilai-nilai, dan adat istiadat yang akan memberikan pengalaman berharga dalam hidup saya

 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

I am a master's student in the Graduate Institute of Injury Prevention and Control, at Taipei Medical University. During my master's program, I am studying about Injury Epidemiology, Advanced in Injury Prevention, Control, and Disaster Medicine, Injury and Violence Prevention, Rehabilitation Medicine and Assistive Technology, Community Health and Primary Care, and many more. Overall, I have enjoyed all the subjects that I have been taken, because each subject has an important point and an interesting side. Although some subjects force me to face some challenges in understanding and completing assignments and examinations, those are worth exploring deeper. Among the subjects that I have been taken, the most I loved is Community Health and Primary Care. In this subject, I am not only learned how to give primary care for the community through references inside the class, but also I have the experience to visit directly the community health sectors in Taiwan, such as the office of National Health Insurance, Centers for Disease Control and Prevention, and Bureau of Health Promotion, Department of Health Taiwan. Through this subject, I learned how the Taiwan government providing healthcare services for the community and how they run their programs until they reach the sustainability system. I am very interested to attend this class because my classmates and I can directly discuss some issues in the healthcare system with the government staff. I think it is a golden experience for me to encourage myself to be a better professional person to contribute to the health sector and to make innovation in the healthcare system in my country.

(Indonesian) 

Saya adalah mahasiswa magister di Institut Pascasarjana Pencegahan dan Pengendalian Cedera di Taipei Medical University. Selama belajar sebagai mahasiswa magister, saya belajar tentang Epidemiologi Cedera,  Pencegahan Cedera, Pengendalian, dan Pengobatan Bencana, Pencegahan Cedera dan Kekerasan, Pengobatan Rehabilitasi dan Teknologi Bantu, dan banyak lainnya. Secara keseluruhan, Saya menikmati semua mata kuliah yang telah saya ambil karena setiap mata kuliah memiliki poin penting dan sisi menarik. Meskipun beberapa mata kuliah memaksa saya untuk menghadapi berbagai tantangan dalam memahami dan menyelesaikan tugas dan ujian, semua itu sangat perlu dipelajari lebih dalam. Diantara mata kuliah yang telah saya ambil, yang paling saya suka adalah Kesehatan Masyarakat dan Perawatan Primer. Pada mata kuliah ini, saya tidak hanya belajar tentang bagaimana memberikan perawatan primer untuk masyarakat melalui referensi-referensi di dalam kelas, tapi juga saya memiliki pengalaman untuk berkunjung langsung ke sector kesehatan masyarakat di Taiwan. Melalui mata kuliah ini, Saya telah belajar bagaimana pemerintah Taiwan menyediakan pelayanan kesehatan untuk masyarakat dan bagaimana mereka menjalankan program-programnya hingga mencapai system yang berkelanjutan. Saya sangat tertarik untuk menghadiri kelas ini karena saya dan teman sekelas dapat berdiskusi secara langsung mengenai beberapa permasalahan di dalam system perawatan kesehatan dengan pegawai pemerintahan. Menurut saya, ini adalah pengalaman emas bagi saya untuk mendorong diri saya menjadi orang yang profesional yang lebih baik untuk memberikan kontribusi di dalam sektor kesehatan dan membuat inovasi dalam system kesehatan di negara saya.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

About teaching quality, my department has applying multiage classrooms. In this class both master students and Ph.D. students learn together in the classroom, for example, In the seminar class the class will be attended by all professors in the department, then students will presenting their topic of interest, discussing, and sharing opinion each other. In the other class, the university applying cross major classroom, which is allowing students from other departments to join in their class, for example, nursing students are allowing to choose some subjects from my department and vice versa.
I think that system has good advantages for me, as a master student I can learn many things from Ph.D. students, during the class we not only discuss about a topic but also they share their experiences as a clinician, researcher, and professional worker to master students, from them I enrich my knowledge and references, I also think that it could be shaping my critical thinking and problem-solving. I think the most different thing is about facilities for giving services to students. Here my department’s secretary is very friendly and kind to help all the students. She not only helps me to manage the schedule and timetable but also she is able to give me suggestions about which subjects worth taken. She is very patient to answer my questions and help me anytime. In my country, it is not easy to get any help from the department’s secretary. Besides they were busy with the administration tasks, the school system also forces us to be independent to get the information. I am proud of being here because I have an opportunity to feel how Taiwan education’s system very friendly to international students.

(Indonesian)  

Tentang kwalitas mengajar, jurusan saya menerapkan kelas multi usia. Pada kelas ini, baik mahasiswa magister dan doctoral belajar bersana di dalam kelas, contohnya seperti pada kelas seminar, kelas akan dihadiri oleh semua prpfessor di dalam jurusan, kemudian mahasiswa mempresentasikan topic yang mereka minati, berdiskusi, dan berbagi pendapat satu sama lain. Pada kelas yang lainnya, Universitas menerapkan kelas lintas utama, yang mana mengijinkan mahasiswa dari jurusan lain untuk bergabung di kelasnya, contohnya; mahasiswa ilmu keperawatan diijinkan untuk memilih beberapa mata kuliah dari jurusan saya dan begitu pun sebaliknya untuk semua jurusan. Saya pikir sistem itu memiliki keuntungan baik bagi saya, sebagai mahasiswa master saya dapat belajar banyak hal dari mahasiswa doktoral, selama kelas kami tidak hanya membahas tentang suatu topik tetapi juga mereka berbagi pengalaman mereka sebagai seorang dokter, peneliti, dan pekerja profesional untuk mahasiswa master, dari mereka saya memperkaya pengetahuan dan referensi saya, saya juga berpikir bahwa itu bisa membentuk kritis saya berpikir dan pemecahan masalah. Saya pikir hal yang paling berbeda adalah tentang fasilitas untuk memberikan layanan kepada siswa. Di sini sekretaris departemen saya sangat ramah dan baik hati untuk membantu semua siswa. Dia tidak hanya membantu saya untuk mengatur jadwal dan mata kuliah tetapi juga dia bisa memberi saya saran tentang mata pelajaran mana yang layak diambil. Dia sangat sabar untuk menjawab pertanyaan saya dan membantu saya kapan saja. Di negara saya, tidak mudah untuk mendapatkan bantuan dari sekretaris departemen. Selain sibuk dengan tugas administrasi, sistem sekolah juga memaksa kami untuk mandiri untuk mendapatkan informasi. Saya bangga berada di sini karena saya memiliki kesempatan untuk merasakan betapa sistem pendidikan Taiwan sangat ramah kepada siswa internasional.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

I think applying to study in Taiwan is not difficult to prepare, but applying visas for students is challenging because it takes time and needs to well-prepared. In my country is not easy to find a professional Chinese translator, so to find them takes time and needs to spend a lot of money to pay it. Fortunately, my parents help me to solve it and applying smoothly. However, one thing that I never forget is when the interview session. Honestly, as a student who has zero experience at the international level before, it is not easy for me to adapt to a Taiwanese accent. I need twice until three times to make sure that I understand the questions and not misleading, then I answer it carefully. Even I thought that maybe my accent also is hard to understand. But one thing that I learned from this experience is trying to make a friend with both local and international students, then don’t be hesitated to make an active conversation. To understand each accent is not easy but I found an art inside the way people talk and communicate with each other. The unique thing that I found here is many people very love their own language since I can not make a conversation in English then I use Google translate to type my sentence and they will get my point by reading the Chinese version. It is a fun experience and memorable.

(Indonesian)  

Saya pikir mendaftar untuk belajar di Taiwan tidak sulit untuk dipersiapkan, tetapi mengajukan visa untuk siswa itu menantang karena butuh waktu dan kebutuhan untuk dipersiapkan dengan baik. Di negara saya tidak mudah untuk menemukan penerjemah Bahasa Mandarin profesional, jadi untuk menemukan mereka membutuhkan waktu dan perlu menghabiskan banyak uang untuk membayarnya. Untungnya, orang tua saya membantu finansial saya untuk menyelesaikannya dan menerapkannya dengan lancar. Namun, satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah saat sesi wawancara. Sejujurnya, sebagai siswa yang tidak memiliki pengalaman di tingkat internasional sebelumnya, tidak mudah bagi saya untuk beradaptasi dengan aksen Taiwan. Saya perlu dua kali hingga tiga kali untuk memastikan bahwa saya memahami pertanyaan dan tidak salah paham, maka saya menjawabnya dengan hati-hati. Bahkan saya pikir mungkin aksen saya juga sulit dimengerti. Tetapi satu hal yang saya pelajari dari pengalaman ini adalah mencoba berteman dengan siswa lokal dan internasional, maka jangan ragu untuk melakukan percakapan aktif. Untuk memahami setiap aksen itu tidak mudah tetapi saya menemukan seni di dalam cara orang berbicara dan berkomunikasi satu sama lain. Hal unik yang saya temukan di sini adalah banyak orang sangat mencintai bahasa mereka sendiri karena saya tidak dapat melakukan percakapan dalam bahasa Inggris maka saya menggunakan Google translate untuk mengetik kalimat saya dan mereka akan mengerti maksud saya dengan membaca versi bahasa Mandarin. Ini adalah pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

I honestly want to have experience as a professional worker abroad, but in Taiwan, the biggest challenge is language. Where some conditions require having a certificate of Chinese language ability, it is the biggest thing that is currently limiting if someone wants to work in Taiwan. After I graduate, I will return to my country, work as an academic at the university and channel the knowledge that I have gained while in Taiwan to my students. Besides, I can also research public health and provide information and education to the community. The most important thing is how I can absorb a lot of knowledge while in Taiwan and can provide ideas or innovations in my country. By joining the health organization in Indonesia and build networking with local and international health organizations, I hope I could be a useful academician for many people, not only build a career for myself but also give a good impact on society. Since some areas in Indonesia are categorized as remote areas, there is one thing that is currently still a challenge is about the distribution of health services. Reflecting on Taiwan which has a good health system and sustainable programs, I will implement Taiwan's strategy to equalize the health system that is good for the whole community.

(Indonesian)  

Sejujurnya saya ingin memiliki pengalaman sebagai pekerja profesional di luar negeri, tetapi di Taiwan, tantangan terbesarnya adalah bahasa. Ketika beberapa kondisi mengharuskan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Cina, itu adalah hal terbesar yang saat ini membatasi jika seseorang ingin bekerja di Taiwan. Setelah saya lulus, saya akan kembali ke negara saya, bekerja sebagai akademisi di universitas dan menyalurkan pengetahuan yang saya dapatkan selama di Taiwan kepada siswa-siswa saya. Selain itu, saya juga dapat melakukan penelitian di bidang kesehatan masyarakat dan memberikan informasi dan pendidikan kepada masyarakat. Yang paling penting adalah bagaimana saya bisa menyerap banyak pengetahuan saat berada di Taiwan dan bisa memberikan ide atau inovasi di negara saya. Dengan bergabung dengan organisasi kesehatan di Indonesia dan membangun jejaring dengan organisasi kesehatan lokal dan internasional, saya berharap saya bisa menjadi akademisi yang berguna bagi banyak orang, tidak hanya membangun karier untuk diri saya sendiri tetapi juga memberikan dampak yang baik pada masyarakat. Karena beberapa daerah di Indonesia dikategorikan sebagai daerah terpencil, ada satu hal yang saat ini masih menjadi tantangan adalah soal distribusi layanan kesehatan. Berkaca pada Taiwan yang memiliki sistem kesehatan yang baik dan program yang berkelanjutan, saya piker menerapkan strategi Taiwan untuk menyamakan sistem kesehatan yang baik untuk seluruh masyarakat adalah inovasi yang perlu dipertimbangkan.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

In Taiwan, I not only learned about unique cultures and values but also Taiwan gave me an idea of how their government played a role on all sides of their citizens. This is seen when they face an epidemic that is currently happening. They try hard to keep the community calm, not worried, and never stop to provide the best facilities for the whole community. They not only play an important role as decision-makers but also as key agents of change who seek to make society comfortable and safe. During the nearly two years I studied in Taiwan, I not only gained knowledge inside the university but also outside the university and non-academic. I think I am one of the fortunate people who can experience the education system in Taiwan and experience life in Taiwan. For me all the experiences I had while in Taiwan provided positive support to build my career in the future. I can channel my knowledge academically, I can contribute through learning from programs and systems run by Taiwan to improve the welfare of its people, and support my personal development which will certainly support my future career as a professional worker and a leader.

(Indonesian)  

Di Taiwan, saya tidak hanya belajar tentang budaya dan nilai-nilai yang unik, tetapi juga Taiwan memberi saya ide tentang bagaimana pemerintah mereka memainkan peran di semua sisi warganya. Ini terlihat ketika mereka menghadapi epidemi yang saat ini sedang terjadi. Mereka berusaha keras agar masyarakat tetap tenang, tidak khawatir, dan tidak pernah berhenti untuk memberikan fasilitas terbaik bagi seluruh masyarakat. Mereka tidak hanya memainkan peran penting sebagai pembuat keputusan tetapi juga sebagai agen kunci perubahan yang berupaya membuat masyarakat nyaman dan aman. Selama hampir dua tahun saya belajar di Taiwan, saya tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam universitas tetapi juga di luar universitas dan non-akademik. Saya pikir saya adalah salah satu orang yang beruntung yang dapat merasakan sistem pendidikan di Taiwan dan merasakan kehidupan di Taiwan. Bagi saya semua pengalaman yang saya miliki selama di Taiwan memberikan dukungan positif untuk membangun karir saya di masa depan. Saya dapat menyalurkan pengetahuan saya secara akademis, saya dapat berkontribusi melalui pembelajaran dari program dan sistem yang dijalankan oleh Taiwan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, dan mendukung pengembangan pribadi saya yang tentunya akan mendukung karir masa depan saya sebagai pekerja profesional dan seorang pemimpin.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

In 2018, my team and I were selected as delegates to the International Young Innovators Summit in Tokyo to present our ideas on health care innovation. At the end of 2018, I was personally selected as a delegate at the World Youth Forum in Egypt, which brought the name of Taiwan as my second country, after Indonesia as my home country that was registered in the event as a participant. WYF is an international forum under the auspices of the Egyptian president who selects representatives of young people from various countries in the world to talk about ideas, innovations, and solutions in the field of sustainable development goals. I think Taiwan not only gave me great lessons but also gave me positive energy to develop myself into a better person, motivating me to be more courageous in realizing ideas and making me more open-minded.

(Indonesian)  

Pada tahun 2018, tim saya dan saya terpilih sebagai delegasi untuk International Young Innovators Summit di Tokyo untuk mempresentasikan ide-ide kami tentang inovasi perawatan kesehatan. Pada akhir tahun 2018, saya secara pribadi dipilih sebagai delegasi di World Youth Forum di Mesir, yang membawa nama Taiwan sebagai negara kedua saya, setelah Indonesia sebagai negara asal saya yang terdaftar dalam acara tersebut sebagai peserta. WYF adalah forum internasional di bawah naungan presiden Mesir yang memilih perwakilan anak muda dari berbagai negara di dunia untuk berbicara tentang ide, inovasi, dan solusi di bidang tujuan pembangunan berkelanjutan. Saya pikir Taiwan tidak hanya memberi saya pelajaran besar tetapi juga memberi saya energi positif untuk mengembangkan diri saya menjadi orang yang lebih baik, memotivasi saya untuk lebih berani dalam mewujudkan ide dan membuat saya lebih berpikiran terbuka.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

Like a piece of Mark Twain's quote that reads "... Explore, Dream, and Discover". I think Taiwan is a country worth exploring every corner that not many worlds know about its uniqueness, continue to care for our dreams that are still delayed and do not hesitate to make it happen, then find something we can tell the world. In Taiwan, many things that deserve deeper study, don't hesitate to search and absorb knowledge, then collaborate with our dreams. If we can do more than we can, surely we will find something that not only benefits us but also benefits many people. In Taiwan we don't need to hesitate to start greeting people first, they do look shy at first, but believe me that Taiwanese are very friendly. One more important thing, as long as there is google translate, we don't need to worry about starting a conversation with the elderly, children, or peers there. I hope that your studies and career in Taiwan will also give you an extraordinary life experience.

(Indonesian)  

Seperti kutipan Mark Twain yang bertuliskan "... Jelajahi, Mimpi, dan Temukan". Saya pikir Taiwan adalah negara yang layak ditelusuri setiap sudut yang tidak banyak dunia tahu tentang keunikannya, terus merawat impian kita yang masih tertunda dan tidak ragu untuk mewujudkannya, kemudian menemukan sesuatu yang bisa kita ceritakan kepada dunia. Di Taiwan, banyak hal yang layak dipelajari lebih dalam, jangan ragu untuk mencari dan menyerap pengetahuan, lalu berkolaborasi dengan impian kita. Jika kita dapat melakukan lebih dari yang kita bisa, pasti kita akan menemukan sesuatu yang tidak hanya menguntungkan kita tetapi juga bermanfaat bagi banyak orang. Di Taiwan kita tidak perlu ragu untuk mulai menyapa orang terlebih dahulu, mereka memang terlihat malu pada awalnya, tapi percayalah bahwa orang Taiwan sangat ramah. Satu hal yang lebih penting, selama ada google translate, kita tidak perlu khawatir memulai percakapan dengan orang tua, anak-anak, atau teman sebaya di sana. Saya berharap studi dan karier Anda di Taiwan juga akan memberi Anda pengalaman hidup yang luar biasa.