新南向國家學生心得分享

想知道國際學生們對於在臺灣唸書有什麼想法和感受?您一定要聽聽他們的故事。

Sinthia Wijaya/ I-Shou University

From : Indonesia
Major : International Business Administration

1570784188132 - Sinthia Wijaya.jpg

 

My Apa kabar! Hello, I am Sinthia a 19-year old university student in I-Shou University. My major is International Business Administration. I am currently in my sophomore year. Personally, I enjoy travelling and exploring a variety of well-known and fabulous places. Most of the spare time that I have, I use it to listen to my favorite music and read some motivational books about life. I also do some exercises, namely running and cycling to make myself healthy both physically and mentally.

Apa kabar! Halo, nama saya Sinthia, 19 tahun, mahasiswa di Universitas I-Shou. Jurusan Internasional Bisnis Administrasi. Sekarang, saya di tahun ke-2 dalam studi saya.  Saya menyukai travelling and menjelajahi berbagai macam tempat terkenal dan menawan. Di waktu luang saya, saya gunakan untuk mendengarkan musik yang saya gemari dan membaca buku-buku motivasi tentang hidup. Saya juga melakukan beberapa olahraga seperti berlari dan bersepeda untuk kesehatan badan dan mental saya.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

Seeking challenges and various experiences are what I want to pursue in my life. Being surrounded by the diverse multi-cultural environment is one of the milestones for me to achieve my goal as adapting in global world by communicating, interacting, and respecting others as human beings with variety of races, ages, religions, sexual orientations, and still many different aspects while living in this globalized era. Those are some aspects that fit in Taiwan, as a country with tremendous cultures with various people coming around the world. In addition to that, there are variety of scholarships that both the government and universities offer to foreign students that as one of the encouragement factors for me to choose to study in Taiwan. Moreover, transparency and openness in Taiwan, particularly, the values that build the people themselves, play a significant role that I take while deciding which country that I should choose to pursue my higher level of education.

(Indonesian) 

Mencari tantangan dan pengalaman-pengalaman adalah hal yang ingin saya lakukan dan kerja dalam hidup ini. Dikelilingi dengan berbagai macam budaya di berbagai komunitas adalah salah satu cara untuk mewujudkan tujuan hidup yaitu menyesuaikan diri di dunia dewasa ini dengan berkomunikasi, berinteraksi, and menghormati orang lain sebagai sesama manusia dengan bermacam-macam ras, usia, agama, orientasi seksual, dan masih banyak hal lainnya sebagaimana hidup di era globalisasi ini. Ada beberapa aspek yang selaras dengan tujuan saya di Taiwan, sebagai sebuah negara dengan berbagai macam keanekaragaman budaya dimana orang-orang berdatangan dari segala penjuru bumi. Selain itu, ada banyak macam beasiswa dari baik pemerintah dan universitas-universitas yang ditawarkan untuk mahasiswa asing sebagai salah satu faktor yang mendorong saya melanjutkan studi saya di Taiwan. Apalagi transparansi dan keterbukaan di Taiwan khususnya di nilai-nilai yang ditegakkan oleh orang-orang Taiwan sendiri, menjadi sebuah peran penting yang saya pertimbangkan ketika memutuskan untuk melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi.

 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

My major is International Business Administration. It’s an English-taught program where it’s main purpose to develop new talents with professional knowledge, communication skills, and global mindset, which are all essential to competitive business management in this 21st century where we have to establish the competitive advantages that make us different from others.

I am currently studying International Marketing which mainly about global market and company strategies to excel from its competitors. Furthermore, I also taking Operations and Financial Management that is important to run a business with effectiveness and efficiency. Those listed subjects are some of the required subjects that I have to learn this semester.

I believe that we should never stop learning because life never stops teaching. That is an insight that I hold firmly to motivate me during my study here. With that principle, I find that every moment is precious and enjoyable. It is difficult to tell one. However, if I have to choose one moment that was the most enjoyable to me was happened when I had to go for a field trip in my first year with my colleagues. In that field trip, we visited some outstanding companies in Tainan. It was so impressive to me because that was the first time for me to both travel and learn at the same time in Taiwan. I could go for sight-seeing and observing the real-time operations of the companies.

(Indonesian) 

Jurusan saya adalah Internasional Bisnis Administrasi. Program ini menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa perantara dengan tujuan untuk mengembangkan bakat-bakat baru dengan pengetahuan professional/ahli, kemampuan berkomunikasi, dan pola pikir yang maju dimana hal-hal itu sangatlah penting untuk kompetisi di bisnis manajemen di abad ke 20 ini dimana kita harus mewujudkan keunggulan kompetitif yang membuat kita berbeda dari yang lain. Sekarang ini saya sedang belajar Internasional Marketing yang pada umumnya membahas tentang pasar global dan strategi perusahaan-perusahaan untuk lebih unggul dari kompetitor-kompetitornya. Disamping itu, saya juga mengambil kelas tentang Operasi and Finansial Manajemen yang kedua hal itu sangatlah signifikan untuk menjalankan bisnis dengan efektif and efisien. Mata kuliah yang saya telah sebutkan itu adalah beberapa mata kuliah wajib yang saya harus pelajari semester ini. Saya percaya bahwa kita harusnya tidak boleh berhenti belajar karena hidup ini tidak pernah berhenti mengajari ini. Ini adalah sebuah pandangan hidup yang saya pegang dengan kuat untuk memotivasi saya semala menempuh studi di sini. Dengan prinsip itu, saya menemukan bahwa setiap hal yang terjadi adalah berharga dan patut dinikmati. Sangatlah sulit untuk menyebutkan satu peristiwa yang paling saya nikmati di studi saya sekarang ini. Tetapi, jika saya harus memilih satu diantara banyak momen-momen berharga itu, ada 1 hal yang menarik yaitu ketika saya berpartisipasi dalam karyawisata di tahun pertama kuliah dengan rekan-rekan seangkatan. Di karyawisata itu, kami mengunjungi beberapa perusahaan-perusahaan ternama di Tainan. Hal itu sangatlah berkesan untuk saya karena itu adalah pertama kalinya saya berpergian dan belajar dalam waktu yang bersamaan di Taiwan. Saya dapat pergi mengamati operasi yang sebenarnya dari perusahaan-perusahaan yang cukup berpengaruh di Taiwan.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

By studying in Taiwan, I can meet people from diverse backgrounds and countries as well. I can make a lot of new friends from Vietnam, Thailand, Philippine, France, Austria, Venezuela, South Korea, and still many countries from different continents. With the international environment that I experiencing in here, it’s helping me a lot to improve my English ability because in my home country I couldn’t encounter many foreigners since I lived in a quite small city. Even for our faculty members, they’re coming from around the world with various teaching styles and it’s turning me to be a more open-minded person in life. In term of system, there are teaching surveys that we have to fill in twice every semester, before midterm and final exams that giving chances to students to evaluate each class that they’re taking and also giving some suggestions for improvement for the future which are kept anonymous. I’ve never filled any surveys back then when I was studying from my elementary to high school level of education. Moreover, there is a program named Hands-on Together. It’s a program where university students can interact with high school students from a lot of high schools throughout Taiwan. It’s a pretty new activity for me and I find it’s cool to join.

(Indonesian)  

Dengan belajar di Taiwan, saya dapat bertemu dengan orang-orang dengan bermacam-macam latar belakang dan negara-negara yang berbeda tentunya. Saya dapat berteman dengan teman-teman baru dari Vietnam, Thailand, Filipina, Prancis, Venezuela, Korea Selatan, dan masih banyak lainnya dari kontinen yang berbeda-beda. Dengan dikelilingi oleh lingkungan internasional yang saya alami disini, itu sangat membantu saya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris saya karena di tempat di mana saya berasal yaitu sebuah kota kecil di Indonesia, saya tidak bisa menjumpai banyak orang asing. Ditambah lagi, para staf pengajar di universitas saya berasal dari berbagai tempat di dunia dengan beranekamacam cara/metode mengahar dan hal itu membuat saya menjadi orang yang lebih berpikiran terbuka dalam hidup. Untuk system perkuliahannya sendiri, ada survei untuk cara mengajar yang harus diisi 2x per semester, sebelum UTS dan sebelum UAS yang memberi kesempatan pada para mahasiswa untuk mengevaluasi setiap kelas yang mereka ambil serta memberi saran-saran untuk peningkatan kedepannya yang dilakukan secara anonim. Sewaktu bersekolah mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, saya tidak pernah menjupai adanya survei untuk evaluasi pengajaran guru. Di samping itu, ada sebuah program yang bernama “Hands-on Together”. Itu adalah sebuah program dimana para mahasiswa dapat berinteraksi dengan murid-murid SMA dari banyak SMA di seluruh Taiwan. Aktivitas itu cukup baru untuk saya and saya merasa itu menarik untuk berpartisipasi.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

Visa application and legalizations. The biggest challenge ever that I have to encounter in applying to study in Taiwan. It’s required a lot of efforts including time, money, and energy during the preparation of student visa application and legalization of my diploma and others after I got accepted in I-Shou University. At that time, I was totally afraid of being rejected because I have to go to the office of Taiwan representative that’s far enough from my home city. At first, I submitted all the required documents. However, I have to give additional supporting documents because the officers needed to confirm my Letter of Acceptance. That’s very challenging to me and took a few weeks to complete the procedures. Thankfully, I got my student visa and legalization of academic documents after waiting for a while. I was fortunate enough to receive help from some of my acquaintances. I did it step by step before going to government agencies. I went and asked around to people who had experienced it before and listened to their suggestions. Preparing as soon as possible even when the beginning of the semester still far. Making a to-do list to fit for all the terms and conditions and has additional plans to overcome it. Keep calm and keep going!

(Indonesian)  

Dengan belajar di Taiwan, saya dapat bertemu dengan orang-orang dengan bermacam-macam latar belakang dan negara-negara yang berbeda tentunya. Saya dapat berteman dengan teman-teman baru dari Vietnam, Thailand, Filipina, Prancis, Venezuela, Korea Selatan, dan masih banyak lainnya dari kontinen yang berbeda-beda. Dengan dikelilingi oleh lingkungan internasional yang saya alami disini, itu sangat membantu saya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris saya karena di tempat di mana saya berasal yaitu sebuah kota kecil di Indonesia, saya tidak bisa menjumpai banyak orang asing. Ditambah lagi, para staf pengajar di universitas saya berasal dari berbagai tempat di dunia dengan beranekamacam cara/metode mengahar dan hal itu membuat saya menjadi orang yang lebih berpikiran terbuka dalam hidup. Untuk system perkuliahannya sendiri, ada survei untuk cara mengajar yang harus diisi 2x per semester, sebelum UTS dan sebelum UAS yang memberi kesempatan pada para mahasiswa untuk mengevaluasi setiap kelas yang mereka ambil serta memberi saran-saran untuk peningkatan kedepannya yang dilakukan secara anonim. Sewaktu bersekolah mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, saya tidak pernah menjupai adanya survei untuk evaluasi pengajaran guru. Di samping itu, ada sebuah program yang bernama “Hands-on Together”. Itu adalah sebuah program dimana para mahasiswa dapat berinteraksi dengan murid-murid SMA dari banyak SMA di seluruh Taiwan. Aktivitas itu cukup baru untuk saya and saya merasa itu menarik untuk berpartisipasi.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

I am planning to continue studying for my Master degree. However, before that, I’d like to have some working experiences in Taiwan after I graduate. Having on-hands experiences make me discover more about my passions and the thing that I want to pursue. Taiwan is a perfect country to get those working experiences because its laws and regulations for foreigners that are implemented to ensure the rights are fully equipped. Friendliness, punctuality, and discipline which coming from Taiwanese people that I’ve felt so far are great and the environments are wonderful too, such as transportation system,  as some of the reasons that I’d like to stay in Taiwan for my future employment.

(Indonesian)  

Saya berencana untuk melanjutkan studi saya untuk gelar master. Tetapi sebelum itu, saya ingin mempunyai beberapa pengalaman kerja di Taiwan setelah saya lulus. Mempunyai pengalaman-pengalaman yang membuat saya lebih menemukan tentang semangat/keinginan dan hal yang ingin saya capai. Taiwan adalah sebuah negara yang tepat untuk mendapat pengalaman-pengalaman kerja itu karena hukum dan aturan-aturan untuk orang asing yang dilakukan untuk menjamin hak-hak mereka terpenuhi. Keramahtamahan, ketepatan waktu, dan kedisiplinan yang datang dari orang Taiwan yang mana saya rasakan sejauh ini cukuplah baik dengan lingkungan yang membuat nyaman, contohnya sistem transportasi sebagai sebab-sebab yang membuat saya ingin tinggal di Taiwan untuk pekerjaan di masa depan.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

From my point of view, I am able to learn a lot of new things from inside and outside classes, both academically, socially, and personally. I realize that I can enhance my hard-skills and soft-skills in particular with advanced technology that make me be a unique person, having a strong value, as well as becoming more flexible to inevitable changes that occur from now on and keep continue happening for the future that distinguishes from other workforces. As an innovative country, Taiwan has influenced me to think with a variety of approaches and reach a different part of ways or perspectives. Visioning about being an entrepreneur who’s able to enter the market globally and survive in the fierce competition by being humble and tolerant of diversity.

(Indonesian)  

Dari sudut pandang saya, saya dapat belajar banyak hal-hal baru dari dalam dan luar kelas, secara akademik, social, dan secara personal. Saya menyadari bahwa saya dapat meningkatkan hard-skills dan soft-kills secara khusus dengan teknologi yang maju yang membuat saya menjadi orang yang unik, mempunyai prinsip yang teguh, juga menjadi lebih fleksibel pada perubahan yang tidak dapat dihindari yang terjadi dari sekarang dan tetap berlanjut untuk kedepannya yang membedakan dari tenaga kerja yang lainnya. Sebagai sebuah negara yang inovatif, Taiwan mempengaruhi saya untuk berpikir tentang berbagai jalan dan mencapai jalan yang berbeda atau sebuah perspektif yang baru. Berambisi menjadi seorang pengusaha yang mampu memasuki pasar global dan bertahan di tengah kompetisi dengan toleransi terhadap keanekaragaman.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

The greatest achievements in my university life so far were when I received a full scholarship from my university and some stipends from the Kaohsiung government. Furthermore, I could participate in multiple cultural events or activities both inside and outside of my college that I wasn’t able to imagine before. I loved the interaction of people from peculiar nationalities and perceptions that made us complement each other. I also participated in an annual competition where all international departments sent their representatives into the competition. In my very first semester, I got second place with my teammates. I felt grateful and elated.

(Indonesian)  

Pencapaian terbesar di kehidupan universitas saya adalah ketika saya menerima beasiswa penuh dari unversitas dan stipen dari pemerintah Kaohsiung. Lebih lagi,saya dapat berpartisipasi di berbagai macam aktivitas budaya baik di dalam dan luar universitas yang saya tidak dapat bayangkan sebelumnya. Saya menyukai interaksi dengan orang-orang dengan kebangsaan yang berbeda-beda dan perbedaan persepsi yang membuat kita melengkapi satu sama lain. Saya juga ambil bagian dalam kompetisi tahunan dimana semua jurusan internasional mengirim wakil-wakil mereka untuk kompetisi tahunan itu. Di semester pertama, saya mendapat juara 2 bersama dengan rekan satu tim. Saya merasa bersyukur dan gembira.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

Before coming to Taiwan, make sure that all the documents are being prepared well, especially, regarding self-photo for ARC (Alien Resident Card) application because it has a certain size that everybody must follow. In addition, choosing the major that you are deeply interested is one of the most important factors before applying to university in here to avoid changing department after a semester that you've spent already that would time-consuming and complicated. Remember, study what you love and love what you study.

Never stop trying because it’s better if at least you try before you give up so you will not regret anything in the future.

(Indonesian)  

Sebelum datang ke Taiwan, pastikan semua dokument sudah dipersiapkan dengan baik khususnya, hal yang terkait dengan foto diri untuk pendaftaran ARC-Alien Resident Card/KTP Taiwan untuk WNA karena ada ukuran khusus yang harus diikuti dengan benar. Sebagai tambahan, dalam hal memilih jurusan sebagai salah satu faktor sebelum mendaftar disini, sangatlah penting untuk memilih jurusan yang benar-benar kalian sukai dan tertarik sebelum mendaftar di universitas di sini untuk menghindari pindah jurusan setelah satu semester yang telah kalian lalui karena hal itu memakan banyak waktu dan rumit. Ingatlah, belajar hal yang kalian sukai and sukai hal yang kalian pelajari. Jangan pernah berhenti mencoba karena itu lebih baik bila setidaknya kalian telah mencoba sebelum menyerah sehingga tidak ada penyesalan di masa depan.