新南向國家學生心得分享

想知道國際學生們對於在臺灣唸書有什麼想法和感受?您一定要聽聽他們的故事。

Banu Ardi Hidayat/ National Cheng Kung University

From : Indonesia
Major : Civil Engineering

Daily life 3_Banu Ardi Hidayat.JPG


 

My name is Banu Ardi Hidayat and I come from Indonesia. I am a PhD student in Civil Engineering, National Cheng Kung University. I was graduated from Diponegoro University, Indonesia, with a major in Structural Engineering. Academically, I am a very high quality student which is shown by my Master Degree GPA (3.60 in 4 scale) and also my grade during the first semester in NCKU (87.67 in 100 scale). Before coming to study in Taiwan, I was a research assistant in Structural Laboratory in Indonesia. I also worked as a structural engineer in a reputable consultant company in my country. I was responsible in managing the structural and retrofitting design of more than 30 projects.

Nama saya Banu Ardi Hidayat dan saya berasal dari Indonesia. Saya adalah mahasiswa program PhD di Departemen Teknik Sipil di National Cheng Kung University. Saya adalah lulusan dari Universitas Diponegoro, Indonesia, dengan konsentrasi di bidang Teknik Struktur. Dalam bidang akademis, saya merupakan siswa yang berkualitas tinggi, yang ditunjukkan dengan nilai IPK (Indeks Prestasi Komulatif) saya saat mengambil program Master adalah 3,60 dari skala maksimal 4,00 dan nilai saya pada saat semester pertama di NCKU adalah 87.67 dari skala 100. Sebelum melanjutkan studi di Taiwan, saya merupakan asisten riset di sebuah Laboratorium Struktur di Indonesia. Saya juga bekerja sebagai desainer struktur pada perusahaan konsultan yang bereputasi di Indonesia. Saya terlibat dalam melakukan desain struktur dan perkuatan pada lebih dari 30 proyek.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

I choose to continue my study in NCKU Taiwan because it is one of the leading university in the field of earthquake and structural engineering. Since my academic background and professional experiences is on earthquake and structural engineering, it will be appropriate if I plan to take that field as a research higher degree choice. I believe that this will be useful for development in Indonesia, because of earthquake have occurred in many times in Indonesia. It causes great harm, including loss of life and damage to houses, public facility buildings, and other physical infrastructure. Furthermore, this research will be some kind of awareness for the Indonesian people.

(Indonesian) 

Saya memilih melanjutkan studi di NCKU Taiwan karena NCKU merupakan salah satu dari universitas terbaik dalam bidang gempa dan teknik struktur. Hal tersebut sesuai dengan latar belakang akademis dan bidang profesional yang saya miliki, sehingga saya memilih untuk mengambil bidang tersebut sebagai pilihan riset untuk pendidikan lanjut saya. Saya yakin bahwa hal tersebut akan bermanfaat bagi pengembangan riset di Indonesia, karena banyak terjadi gempa bumi di Indonesia, yang dapat menyebabkan korban jiwa meninggal dan kerusakan pada rumah, bangunan fasilitas public, dan infrastuktur fisik lainnya. Sehingga nantinya, riset saya tersebut akan mampu memberikan kesadaran yang lebih siap bagi masyarakat Indonesia.

 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

Currently I study in Civil Engineering with major in Structural Engineering. I did my bachelor and master degree thesis in this topic. After I graduated from bachelor degree, I was invited by my Professor to work as the research assistant in the laboratory, regarding to my academic performance. I participated in many research project in the structural and earthquake engineering with my Professor and other researcher in the laboratory. Moreover, I also worked on structural and architectural design consultant. This work also required the knowledge on the structural design analysis. These challenges on researches and design calculations drives me to enjoy study on this topic.

(Indonesian) 

Saat ini saya belajar di Teknik Sipil dengan konsentrasi bidang Teknik Struktur. Saya menyelesaikan program sarjana dan master pada bidang tersebut. Segera setelah saya menyelesaikan program sarjana, saya diajak oleh Profesor untuk bekerja menjadi asisten riset di laboratorium kampus karena kinerja akademik saya yang memuaskan. Saya berpartisipasi dalam berbagai proyek riset pada bidang teknik struktur dan gempa dengan Profesor dan para peneliti lain di laboratorium. Selanjutnya saya juga bekerja pada konstultan desain arsitektur dan struktur. Pekerjaan ini juga membutuhkan pengetahuan yang lebih dalam bidang analisis desain struktur. Tantangan pada bidang penelitian dan perhitungan desain memacu saya untuk belajar lebih pada bidang tersebut.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

The research facilities in Taiwan in a way good enough if we compare it with the one in Indonesia. In civil engineering NCKU Taiwan, there are a lot of laboratories which is based on the research specialty of each professor, such as the stone and granular mechanic laboratory, computer aided structural laboratory, railway engineering laboratory, and fire resistance laboratory. Comparing to most university in Indonesia, the laboratory is just based on the main majoring topic in civil engineering, which is structural, hydraulic, geotechnical, computer, transportation, and construction management. The research atmosphere is also better with the research atmosphere in Indonesia.

(Indonesian)  

Fasilitas penelitian di Taiwan relative lebih maju dibandingkan dengan yang ada di Indonesia. Di Departemen Teknik Sipil NCKU Taiwan, ada banyak jenis laboratorium sesuai dengan bidang keilmuan dan penelitian dari tiap profesor, misalnya laboratorium mekanikan batuan dan granular, laboratorium computer teknik struktur, laboratorium teknik kereta api, dan laboratorium ketahanan api. Jika dibandingkan dengan kebanyakan kampus top yang ada di Indonesia, laboratorium hanya didasarkan pada cabang ilmu utama dari teknik sipil, yaitu struktur, hidro, geoteknik, computer, transportasi, dan manajemen konstruksi. Selain itu, kultur penelitian di Taiwan lebih baik dibandingkan dengan di Indonesia.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

I think the language barrier is the greatest challenge when I study in Taiwan. We can communicate with English in the classroom, university office, and in the campus area. However, when we do the activities outside campus, not every people could talk and communicate in English. Unfortunately, I also cannot speak Chinese, maybe just for the basic conversation like the numbers and asking directions. The solution of this problem is just practice more Chinese conversation, using a translator tool like Google Translate, and also we can ask our local friend to help communicate with other people in the society outside campus.

(Indonesian)  

Saya rasa hambatan bahasa menjadi tantangan yang paling besar saat saya melanjutkan studi di Taiwan ini. Kita semua dapat berkomunikasi dengan Bahasa Inggris ketika berada di kelas, kantor universitas, maupun di dalam area kampus. Sedangkan ketika kita beraktivitas di luas kampus, tidak setiap orang dapat berbicara dan berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Dan sayangnya, saya sendiri tidak mampu untuk berbicara Bahasa China, namun hanya untuk sekedar percakapan dasar seperti angka dan arah. Solusi dari masalah ini adalah dengan banyak mempraktikkan percakapan dengan Bahasa China, menggunakan alat bantu translasi seperti Google Transalte, atau dapat dengan meminta tolong kepada teman local kita untuk membantu berbicara dengan orang lain saat berkegiatan di luar kampus.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

Basically I don’t have any job contract when I finish my study here. However, my professor and my dean in the previous university will commit to help me if I plan to back to Diponegoro University Indonesia. This is depending on my decision, whether I take the opportunity or just searching out the other university in Indonesia. I think if I can get any opportunity to work in Taiwan, I will take these kind of job, of course if it suitable to my academic background. I don’t mind if I stay in Taiwan to work here. Just see the possibility and the opportunity here.

(Indonesian)  

Pada dasarnya, saya tidak mempunyai kontrak pekerjaan lagi ketika saya menyelesaikan studi di sini. Namun, profesor dan dekan saya di kampus sebelum ini akan berkomitmen untuk membantu apabila saya berkeinginan untuk menjadi pengajar di Universitas Diponegoro Indonesia. Hal ini juga tergantung dari keputusan saya, apakah mengambil peluang tersebut atau mencari peluang di universitas lain di Indonesia. Saya rasa jika saya mendapat peluang untuk bekerja di Taiwan yang sesuai dengan bidang keilmuan, saya akan mengambil kesempatan tersebut. Saya rasa tidak menjadi masalah berarti apabila saya memutuskan untuk tinggal di Taiwan untuk bekerja di sini. Tinggal memantau peluang dan kesempatan yang ada.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

My study plan for my PhD program proposes the development of Fiber Reinforced Polymer (FRP) strengthening to reinforced concrete beams. As widely known, FRP strengthening is used when the previous building cannot stand any more external force and consequently it will collapse and make a bigger lose to everyone. If we strengthen the building, the life cycle of the building will last longer and even if there is another earthquake force, the building will not collapse and injure people. I will develop the new kind relationship of FRP system and the concrete beams, so that we can obtain the effective way to place FRP strengthening in structural and economical way.

(Indonesian)  

Rencana studi untuk program PhD saya adalah mengenai pengembangan dari perkuatan Fiber Reinforced Polymer (FRP) pada balok beton bertulang. Seperti yang sudah diketahui, perkuatan FRP ini digunakan ketika bangunan eksisting tidak mampu menahan beban luar yang ada dan mengakibatkan bangunan mengalami kegagalan dan merugikan banyak orang. Apabila kita mampu memperkuat bangunan tersebut, maka siklus hidup dari bangunan akan menjadi lebih panjang dan apabila ada gempa lagi yang terjadi, bangunan tidak roboh dan melukai banyak orang. Saya akan mengembangkan jenis hubungan baru antara sistem FRP dan balok beton, sehingga kita akan memperoleh cara yang efektif untuk memasang perkuatan FRP secara struktural dan ekonomis.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

The research atmosphere in university in Taiwan is the way better than in Indonesia. All people should force themselves to study harder and better than anyone else. This will develop the competition mind among people and also this will make us better in way expressing our knowledge. I mean the key achievements should be the hard working mind and action. If we do this kind of action, everything we do will make a good impact. These efforts will not make any loss even for ourselves. We will be more motivated to do better and also to explore our best action.

(Indonesian)  

Atmosfir penelitian di universitas di Taiwan lebih bagus daripada di Indonesia. Setiap orang memacu dirinya sendiri untuk belajar lebih keras dan lebih bagus daripada orang lain. Hal tersebut akan menimbulkan kompetisi sehat antar mahasiswa dan menyebabkan kita menjadi lebih bagus dalam mengekspresikan pengetahuan kita. Saya rasa kunci kesuksesan tergantung dari pola pikir dan tindakan dari kerja keras kita sendiri. Apabila kita mampu melakukan hal ini, maka akan memberikan hasil yang bagus juga. Upaya tersebut tidak akan merugikan diri kita. Kita akan semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik dan mampu mengeksplorasi tindakan terbaik kita.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

We have to believe in ourselves that we can explore the best of our action. All of the challenge will be solved if we act and do harder than our usual. Study in Taiwan will improve our thinking way of the knowledge. Also the facilities here are better with we had in Indonesia. Absolutely this factor will help us to do our research better and the result will be more complete and more applicable because we study it in a deeper way. Maybe some advice for studying Chinese language before coming to Taiwan is also helpful, because we will spend more time here to do our researches and other academic activity.

(Indonesian)  

Kita harus percaya pada diri kita sendiri kalau kita mampu untuk mengeluarkan aksi terbaik kita. Segala tantangan akan mampu teratasi apabila kita berkerja dan bertindak lebih keras dari yang biasanya. Studi di Taiwan akan mampu mengembangkan pola berpikir kita. Selain itu, fasilitas yang ada di sini lebih lengkap dibandingkan dengan sebagian besar yang ada di Indonesia. Hal tersebut akan menjadi faktor yang akan membantu kita untuk mengerjakan riset kita dengna lebih baik dan dengan hasil yang lebih lengkap dan dapat diaplikasikan karena kita mempelajarinya dengan lebih dalam. Selain itu perlu juga untuk mempelajari Bahasa China sebelum tiba di Taiwan karena kita akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan riset kita dan kegiatan lainnya.