新南向國家學生心得分享

想知道國際學生們對於在臺灣唸書有什麼想法和感受?您一定要聽聽他們的故事。

Delvina Sinaga/ National Central University

From : Indonesia
Major : Earth System Science, Taiwan International Graduate Program, College of Earth Science


IMG_1661.JPG

 

My name is Delvina and I am a 3rd grade Ph.D student at Taiwan International Graduate Program (TIGP), a joined program between National Central University (NCU), Taoyuan and Academia Sinica (AS), Taipei. Before admitted to the Ph.D program, I was a master student of School of Public Health, Taipei Medical University. I am a lucky girl that has a privilege to enjoy the study in Taiwan since 2014. I have considered Taiwan as my second home country, a home away from home. My vision is to be a professor in my home town that bring impacts, not only to my country, but also to Taiwan.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

My first decision to study in Taiwan was made around 5 years ago (March, 2014). There are so many factors that insisted myself to study in Taiwan. One of the factors was the encouragement from friends who had studied earlier here in Taiwan. I was so much in debt that through them I know Professors here really care about the students and even consider students not merely as someone whom they teach, but also as someone whom they partner with in producing good research. Not surprising that my former (Taipei Medical University) and current university (NCU) rank top 100 in QS Asia.

(Indonesian) 

Keputusan pertama saya untuk belajar di Taiwan dibuat sekitar 5 tahun yang lalu (Maret 2014). Ada banyak faktor yang mendesak saya untuk belajar di Taiwan. Salah satunya adalah dorongan dari teman-teman yang telah bersekolah lebih dahulu disini. Saya sangat berhutang karena melalui merekalah saya tahu bahwa Professor disini sangat pedulu pada mahasiswa-mahasiswanya dan bahkan menganggap murid mereka tidak hanya sebagai seseorang yang mereka ajar, tapi juga sebagai seorang partner untuk menghasilkan penelitian yang bagus. Tidak heran jika universitas saya yang dahulu (Taipei Medical University) dan universitas saya yang sekarang (National Central University-NCU) berada di ranking 100 besar QS Asia.

 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

I am currently studying in College of Earth Sciences, NCU and Research Center for Environmental Changes, AS. My dissertation topic is about air pollution in ground-level and its impacts on health. I am doing an interdisciplinary research that combine both public health and atmospheric sciences. What the most exciting part in my study is to be mentored by my dissertation supervisor. I really realize that having one on one discussion with a leading researcher in the world will contribute a lot to my success in future career. Besides, I also enjoyed facilities provided by NCU and AS, such as stipend and subsidized tuition fee, 24-h access to study room, world-class scientific journals access, and grants to participate in international conference.

(Indonesian) 

Saya sekarang ini belajar di Fakultas Ilmu Bumi, NCU dan Pusat Penelitian untuk Perubahan Lingkungan, Academia Sinica (AS). Topik disertasi saya adalaha tentang polusi udara pada tingkat permukaan dan efeknya pada kesehatan. Saya sedang melakukan penelitian interdisiplinari dengan menggabungkan ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu atmosfir. Apa yang paling menyenangkan dari study saya adalah dimentori oleh supervisor disertasi saya. Saya sangat menyadari bahwa berdiskusi secara pribadi (1 banding 1) dengan peneliti terkemuka di dunia akan sangat berkontribusi pada kesuksesan saya di masa depan. Selain itu, saya juga menikmati fasilitas yang disediakan oleh NCU dan AS, seperti beasiswa bulanan dan uang sekolah bersubsidi, 24 jam akses ke ruang belajar, akses jurnal bertaraf internasional, dan hibah untuk mengikuti konferens internasional.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

What drives me here in Taiwan is the motivation to achieve higher and higher from my former university back in my homeland. That passion still continues and even growing when I have experienced excellent education system in my universities in Taiwan. There are multitude of lessons from here that I can learn and have to adopt when I am back to Indonesia. First, empowerment of students to achieve beyond their limits, that students should not wait until they graduate to contribute to the research development and societies. Second, study facilities development, such as laboratory equipment, books, and reputable journals and conferences access to inspire students (and also faculties) to stand on the shoulders of giants.

(Indonesian)  

Apa yang mendorong saya ke Taiwan adalah motivasi dari universitas saya yang dahulu di tanah air untuk mencapai lebih dan lebih tinggi. Semangat itu tetap berlangsung dan bahkan bertumbuh ketika saya merasakan secara pribadi pendidikan yang sangat bagus di kampus-kampus saya di Taiwan. Ada banyak pelajaran yang saya bisa ambil dan adopsi ketika saya kembali ke Indonesia. Pertama, pemberdayaan mahasiswa untuk mencapai melampaui batas mereka, yaitu mahasiswa seharusnya tidak menunggu sampai mereka lulus untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat. Kedua, pengembangan fasilitas belajar, seperti peralatan laboratorium, buku, dan jurnal bereputasi, dan akses mengikuti konferens yang dapat menginspirasi mahasiswa (dan juga fakultas) untuk berdiri di bahu para raksasa.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

I encountered almost no meaningful challenge when I applied a Master Program in Taiwan. The online application system was easy to understand, and there were guidelines to follow. In my opinion, the key in applying to study in Taiwan is a willingness to learn from current students who are studying in Taiwan, and a sincere heart to give more than what the target program requirements. Thus, it is important to make time to prepare all requirements way ahead of the deadline. For example, to apply in the 2019 Summer Program, the prospectus university and the potential advisor need to be studied since now. Confirm that the program offers your academics needs. Once you are confirmed, prepare skills that are necessary to be admitted and to complete the program.

(Indonesian)  

Saya hamper tidak mengalami tantangan yang berarti ketika melamar Program Magister di Taiwan. Sistem aplikasi online nya mudah untuk dipahami dan ada petunjuk untuk diikuti. Menurut saya, kunci dalam melamar beasiswa di Taiwan adalah kemauan untuk belajar pada mahasiswa yang saat ini sedang belajar di Taiwan, dan hati yang ikhlas untuk memberikan lebih dari apa yang diminta oleh universitas tujuan. Oleh karena itu, sangat penting untuk menyediakan waktu untuk mempersiapkan semua persyaratan jauh sebelum tanggal deadline. Misalnya, untuk melamar Program Musim Panas 2019, prospektus universitas dan supervisor yang berpotensi harus dipelajari sejak sekarang. Pastikan bahwa program yang Anda lamar menawarkan kebutuhan akademik Anda. Setelah Anda memastikannya, persiapkan keterampilan yang diperlukan untuk dapat diterima pada program tersebut dan menyelesaikan.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

My current plan after completing my study in Taiwan is to develop my country by being a University Professor. While pursuing good education in Taiwan is my joy, contributing to my motherland is my call. In my humble thinking, Taiwan is a prosperous country that has abundant of researchers and experts in various fields. It will be more beneficial if I can serve in a country where the percentage of lecturers who hold Doctoral degree is less than 30% until now. Nevertheless, I will keep initiating research collaboration between Taiwan and Indonesia (as I have done in 2018 under the mentor of my professor) for the benefits of both countries.

(Indonesian)  

Rencana saya saat ini seusai menyelesaikan pendidikan di Taiwan adalah mengembangkan negara saya dengan menjadi seorang Professor di Universitas. Ketika mengejar pendidikan yang bagus di Taiwan, saya mendapat panggilan untuk berkontribusi pada tanah air saya. Menurut pemikiran saya yang sangat sederhana, Taiwan adalah sebuah negara yang makmur yang memiliki berlimpah peneliti dan tenaga ahli di berbagai bidang. Akan lebih bermanfaat jika saya dapat melayani di sebuah negara dimana persentasi tenaga dosen yang berpendidikan S3 kurang dari 30% sampai saat ini. Meskipun demikian, saya akan tetap menginisiasi kolaborasi penelitian antara Taiwan dan Indonesia (seperti yang saya lakukan pada tahun 2018 dibawah bimbingan Professor saya) yang menguntungkan kedua negara.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

As a Professor in near future, I must have high-quality papers in very good international journals. This work is much easier to achieve when I am mentored by someone who has numbers of papers in leading journals, and gifted facilities to access those high-quality papers and conferences. Thus, I am directly benefited by my current Professor, school, and research institution in my future career. Apart from the excellent education system, Taiwan has multitudes of international students from all over the world. This condition benefits me in terms of expanding my networks internationally, building good rapports with them as friends and to collaborate in research or teaching endeavor.

(Indonesian)  

Sebagai seorang Professor dalam waktu dekat ini, saya harus memiliki paper (hasil penelitian) yang dipublikasi jurnal internasional yang sangat bagus. Pekerjaan ini akan sangat mudah untuk dicapai jika saya dibimbing oleh seorang yang memiliki banyak paper pada jurnal terkemuka, dan diberikan fasilitas untuk mengakses jurnal-jurnal dan konferens berkualitas tersebut. Oleh karena itu, karir masa depan saya diuntungkan secara langsung melalui Professor, kampus, dan institusi penelitian saya sekarang. Disamping sistem pendidikan yang sangat baik, Taiwan memiliki banyak mahasiswa internasional dari seluruh dunia. Kondisi ini menguntungkan saya dalam hal memperluas jaringan saya secara internasional, membangun hubungan yang baik dengan mereka sebagai teman dan berkolaborasi dalam bidang penelitian dan pengajaran.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

I am grateful that I am an awardee of a prestigious fellowship, Taiwan International Graduate Program (TIGP) by a well-known research institute Academia Sinica and National Central University. This is a program where I am provided a superior scientific training and wonderful facitilities both in academic and social lives. I also feel so pleased when I with an Indonesian principal investigator and team members, under my Professor mentorship, won a research funding by AI-SOCD (Advanced Institute on Disaster Risk Reduction with Systems Approach for Slow-Onset Climate Disasters) 2018. Along with academic world achievements, I am striving to attain leadership skills by being a representative of TIGP-Graduate Student Association in 2017-2018.

(Indonesian)  

Saya bersyukur bahwa saya penerima beasiswa yang sangat bergengsi, yaitu Taiwan International Graduate Program (TIGP) yang dihibahkan oleh lembaga penelitian, Academia Sinica dan National Central University. Ini adalah program dimana saya disediakan pelatihan ilmiah yang superior dengan fasilitas yang sangat luar biasa baik di kehidupan akademik maupun kehidupan sosial. Saya juga merasa sangat senang ketika saya bersama dengan seorang peneliti dari Indonesia dan anggota tim yang lain, di bawah bimbingan Professor saya, memenangkan hibah penelitian dari AI-SOCD (Advanced Institute on Disaster Risk Reduction with Systems Approach for Slow-Onset Climate Disasters) tahun 2018. Bersamaan dengan pencapaian akademik tersebut, saya berusaha untuk memperoleh keterampilan kepemimpinan dengan menjadi seorang perwakilan TIGP-Graduate Student Association pada tahun 2017-2018.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

First, I would like to congratulate the upcoming students candidate who have made right decision to study in Taiwan. Your efforts for preparing the admission application will be pay off soon after you experience the study in your target school in Taiwan. Taiwan is a great place for striving your academic and accelerating your future career, and also to enjoy your life. Prepare yourself with the hard-work, passionate, and high-achievement cultures, and don’t be surprise to meet very warm and friendly people, international atmosphere, awesome tourist spots and cultures exhibition, and convenient and affordable transportations. For those who come from tropical countries like me, be sure you have enough clothes and medicines (if necessary) during winter season. Do not hesitate to contact me if you need helps.

(Indonesian)  

Pertama-tama, saya akan memberikan selamat pada calon mahasiswa selanjutnya yang telah membuat keputusan yang tepat untuk belajar di Taiwan. Usaha Anda dalam mempersiapkan lamaran penerimaan mahasiswa baru akan terbayar segera setelah Anda mengalami studi di target sekolah Anda di Taiwan. Taiwan adalah tempat yang sangat bagus untuk memperjuangkan pendidikan Anda dan mempercepat karir Anda di masa depan, dan juga untuk menikmati hidup. Persiapkan diri Anda dengan budaya kerja keras, bersemangat, dan pencapaian yang tinggi, dan jangan terkejut jika menemui orang-orang yang sangat ramah dan hangat, suasana internasional, tempat wisata dan pertunjukan budaya yang menakjubkan, serta transportasi yang sangat nyaman dan terjangkau. Bagi yang berasal dari negara tropis seperti saya, pastikan memiliki pakaian yang cukup dan obat-obatan (jika diperlukan) selama musim dingin. Jangan sungkan untuk menghubungi saya jika Anda membutuhkan bantuan.