新南向國家學生心得分享

想知道國際學生們對於在臺灣唸書有什麼想法和感受?您一定要聽聽他們的故事。

I Made Surya Kumara/ National Central University

From : Indonesia
Major : Graduate Institute of Network Learning Technology

Indonesia Cultural Day at National Central University, with Student Ambassador.1.jpg
 

My name is I Made Surya Kumara, born in Bali, Indonesia on February 25, 1996. My age was 22 when I finished my bachelor degree from Udayana University Bali, Indonesia, Department of Electrical Engineering. Now I am pursuing my Master degree majoring in Network Learning Technology at National Central University. I want to be a technology developer in the field of education (Intelligent Tutoring System), combining cognitive tutors and collaborative learning.

Nama saya I Made Surya Kumara, lahir di Bali, Indonesia pada tanggal 25 Februari 1996. Umur saya 22 tahun ketika menyelesaikan gelar sarjana dari Universitas Udayana, Jurusan Teknik Elektro - Telekomunikasi. Sekarang saya sedang berjuang mengejar gelar Master jurusan Network Learning Technology (Teknologi Pembelajaran) di National Central University, Taiwan. Saya ingin menjadi pengembang teknologi di bidang pendidikan (Intelligent Tutoring System), menggabungkan teknik belajar kognitif dan kolaboratif.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

I know Taiwan from my senior who have completed his education there. Taiwan is the country where I want to live. I have read many things about Taiwan and I found that Taiwan is a multinational country, many foreigners, many foreign industries, and this is greatly increasing time after time. This condition will be an advantage for foreign students like me to learn a lot of new knowledge and gain a lot of experience. Studying in Taiwan will be a great opportunity for everyone, including me, not only because of the scholarships offered but also because of the education system itself. At first, I was attracted to Taiwan because Taiwan's products are very popular in Indonesia. All "made in Taiwan" electronic products are have a good quality and durability.

Besides that in terms of education I know that many professors in Taiwan have received many awards as inventors of something. That convinced me that surely I would get a good professor in Taiwan and be able to guide me to realize my goal. "Taiwan can be said to be the country most familiar with Indonesia. Taiwanese people are very friendly to immigrants and have a high sense of empathy.

(Indonesian) 

Saya mengenal Negara Taiwan dari senior saya yang telah menyelesaikan pendidikannya di sana. Taiwan adalah salah satu negara tempat saya ingin tinggal. Saya telah membaca banyak hal tentang Taiwan dan saya menemukan bahwa Taiwan adalah negara multinasional, banyak orang asing, banyak industri asing, dan ini sangat meningkat dari waktu ke waktu. Kondisi ini akan menjadi keuntungan bagi siswa asing seperti saya untuk belajar banyak pengetahuan baru dan mendapatkan banyak pengalaman. Belajar di Taiwan akan menjadi peluang besar bagi semua orang, termasuk saya, bukan hanya karena beasiswa yang ditawarkan tetapi juga karena sistem pendidikan itu sendiri. Awalnya, saya tertarik ke Taiwan karena produk Taiwan sangat populer di Indonesia. Semua produk elektronik "Made in Taiwan" memiliki kualitas dan daya tahan yang baik.

Selain itu dalam hal pendidikan saya tahu bahwa Professor-Professor di Taiwan telah menerima banyak penghargaan sebagai top global researcher. Itu meyakinkan saya bahwa nantinya sayapun akan mendapatkan Professor yang baik di Taiwan dan dapat membimbing saya untuk mewujudkan tujuan saya. Taiwan dapat dikatakan sebagai negara yang paling akrab dengan Indonesia. Orang-orang Taiwan sangat ramah terhadap imigran dan memiliki rasa empati yang tinggi.

 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

I chose Department of Network Learning Technology at National Central University. Programs that are only provided for Master and Ph.D on NCU. The aim of this department is that we can implement education and technology. Combining of human elements, machinery, ideas, procedures, and management. The most interesting subject in this study in my opinion is the Learning Support Tool for examples are Youtube, ITS (Intelligent Tutoring System), E-Learning and Simulation with the web. In Indonesia, especially in Bali, technology in education is still rarely found because education should develop in line with technology. I want to know and develop several of supporting learning tools in Taiwan.

(Indonesian) 

Saya memilih Jurusan Network Learning Technology di National Central University. Program yang hanya disediakan untuk Magister dan Ph.D di NCU. Tujuan departemen ini adalah agar kita dapat menerapkan teknologi di bidang pendidikan. Menggabungkan elemen manusia, machine, ide, prosedur, dan manajemen. Subjek yang paling menarik dalam penelitian ini menurut saya adalah Learning Support Tool sebagai contohnya adalah Youtube, ITS (Intelligent Tutoring System), E-Learning dan Simulasi dengan web. Di Indonesia, terutama di Bali, teknologi dalam pendidikan masih jarang ditemukan karena pendidikan harus berkembang sejalan (in line) dengan teknologi. Saya ingin mengetahui pengetahuan dan mengembangkan beberapa alat bantu pembelajaran di Taiwan.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

Many things are different in learning in Indonesia and Taiwan. One of the most significant is the facilities and sense of responsibility of the teacher. The facilities provided here are very complete and still run well. Maybe the treatment of these tools is indeed really done. In terms of the school environment in NCU, number 1 in my opinion. The atmosphere is very good for learning, maybe this is what attracts foreign students to Taiwan. In addition, the instructor here is very respectful and understands the conditions of his students, for example the professor will repeat the lecture in 2 languages so that all material can be absorbed. one thing that amazed me was the discipline of students and teachers.

(Indonesian)  

Banyak hal berbeda dalam belajar di Indonesia dan Taiwan. Salah satu yang paling signifikan adalah fasilitas dan rasa tanggung jawab guru. Fasilitas yang disediakan di sini sangat lengkap dan masih berjalan dengan baik. Mungkin perawatan alat ini memang benar-benar dilakukan. Dalam hal lingkungan sekolah di NCU, nomor 1 menurut saya. Suasananya sangat bagus untuk belajar, mungkin inilah yang menarik siswa asing ke Taiwan. Selain itu, pengajar di sini sangat menghormati dan memahami kondisi murid-muridnya, misalnya Professor akan mengulangi kuliah dalam 2 bahasa sehingga semua materi dapat diserap. Satu hal yang membuat saya takjub adalah disiplin siswa dan guru.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

My biggest challenge is the requirements in English. This was something important to me at that time. Studying in Taiwan was my dream, so during my college trip I focused on learning English. I learned from youtube, I took a toefl course, even I made random video calls for foreigners to be able to speak. Briefly story, after I graduated from bachelor degree then I worked for 3 months and half of my salary was for English courses and bought some TOEFL books. I never told this to my parents. I am afraid to burden my parents with my dreams that I want to study in Taiwan. I told them gladly after I received it at NCU this Spring, they were very happy and proud. It's a struggle that doesn't betray results.

(Indonesian)  

Tantangan terbesar saya adalah persyaratan dalam bahasa Inggris. Ini adalah sesuatu yang penting bagi saya pada waktu itu. Belajar di Taiwan adalah impian saya, jadi selama perjalanan kuliah saya fokus belajar bahasa Inggris. Saya belajar dari youtube, saya mengambil kursus TOEFL, bahkan saya membuat panggilan video acak untuk orang asing agar dapat melatih kemampuan speaking. Singkat cerita, setelah saya lulus sarjana kemudian saya bekerja selama 3 bulan dan setengah dari gaji, saya gunakan untuk kursus bahasa Inggris dan membeli beberapa buku TOEFL. Saya tidak pernah mengatakan ini kepada orang tua saya. Saya takut membebani orang tua saya dengan impian saya yang ingin saya gapai di Taiwan. Saya memberi tahu mereka dengan senang hati setelah saya menerimanya di NCU pada Spring 2018, mereka sangat senang dan bangga. Ini adalah implementasi dari frasa “ perjuangan yang tidak mengkhianati hasil”.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

After I graduate, if there is a chance I want to stay longer here (perhaps work for 1-2 years). I like living here, the people and the environment are similar to Bali. Of course if I want to stay here, I need to fluent in Chinese and it is not easy for reach it. I like how Taiwanese people balance the environment, people, nature and universe but I will return to Indonesia. Doing all the things that I can and learn from Taiwan especially from NCU, telling the experience there and motivating my junior with my own abilities and trying to develop the Indonesian education system. Being an great and leading an lecturer and researcher is my biggest wish. I have a desire to transfer and develop the knowledge that I gained from this program to students in Indonesia. I want to motivate and equip them and share and spread the knowledge that I have is the happiness of life for me. That is my biggest goal.

(Indonesian)  

Setelah saya lulus, jika ada kesempatan saya ingin tinggal lebih lama di sini (mungkin bekerja selama 1-2 tahun). Saya suka tinggal di sini, orang-orang dan lingkungannya mirip dengan Bali. Tentu saja jika saya ingin tinggal di sini, saya harus fasih berbahasa Mandarin dan tidak mudah untuk mencapainya. Saya suka bagaimana orang Taiwan menyeimbangkan lingkungan, orang-orang dan alamnya. Tetapi, bagaimanapun juga saya akan kembali ke Indonesia. Melakukan semua hal yang saya bisa dan pelajari dari Taiwan terutama dari NCU, menceritakan pengalaman di sana dan memotivasi junior saya dengan kemampuan saya sendiri dan berusaha mengembangkan sistem pendidikan Indonesia. Menjadi technopreneur sekaligus Dosen pengajar adalah harapan terbesar saya. Saya memiliki keinginan untuk mentransfer dan mengembangkan pengetahuan yang saya peroleh dari program ini kepada siswa di Indonesia. Saya ingin memotivasi serta menyebarkan pengetahuan yang saya miliki di Taiwan. Ini merupakan kebahagiaan hidup bagi saya dan tujuan terbesar saya.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

Learning here must have integrity and perseverance. If you don't have that characteristic, don't be afraid because you can get it here. In my opinion, in building a career. smart is not the main thing. Many smart people are wrong and shunned by their friends. In this case I prioritize discipline and integrity that can be obtained in classroom and laboratory learning. It's easy to find smart people, but it's not easy to find people with integrity. I see Taiwanese people are very sympathetic and have integrity and that will bring me to a positive future.

(Indonesian)  

Belajar di sini harus memiliki integritas dan ketekunan. Jika Anda belum memiliki hal itu, jangan takut karena Anda bisa mendapatkannya di sini. Menurut saya, dalam membangun karier. pintar bukanlah hal utama. Banyak orang pintar melakukan kesalahan fatal/keliru dan dijauhi oleh teman-teman mereka. Dalam hal ini saya memprioritaskan disiplin dan integritas yang dapat diperoleh dalam pembelajaran di kelas dan laboratorium. Sangat mudah untuk menemukan orang pintar, tetapi tidak mudah untuk menemukan orang dengan integritas. Saya melihat orang Taiwan sangat simpatik dan memiliki integritas dan itu akan membawa saya ke masa depan yang positif.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

In terms of environmental adaptation. the difficulty of foreigners in learning here is getting along with classmates and laboratory friends. this happened because some Taiwanese were not fluent in English and were shy. so in my opinion the key is to have the courage to start, talk to them and be able to approach. I study Chinese every day so I can only talk to my lab friends. in the end they began to show their closeness even considered me as a family.

in terms of reaching for my degree. the key is to choose the right professor, I feel my professor has the same vision as mine. I easily communicate with him. we even exchanged ideas on the first day we met.

(Indonesian)  

Kunci untuk sukses belajar di Taiwan saya rasa dalam hal adaptasi lingkungan. Kesulitan orang asing dalam belajar di sini adalah bergaul dengan teman sekelas dan teman-teman laboratorium. Ini terjadi karena beberapa orang Taiwan tidak lancar berbahasa Inggris dan sangat pemalu. Jadi menurut saya kuncinya adalah memiliki keberanian untuk memulai, berbicara dengan mereka dan dapat mendekati. Saya belajar bahasa Mandarin setiap hari sehingga saya hanya bisa berbicara dengan teman-teman lab saya. Pada akhirnya mereka mulai menunjukkan kedekatan mereka bahkan menganggapku sebagai keluarga.

Sedangkan dalam hal meraih gelar, kuncinya adalah memilih Professor yang tepat, saya merasa Professor saya memiliki visi yang sama dengan saya. Saya mudah berkomunikasi dengannya. kami bahkan bertukar ide pada hari pertama kami bertemu.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

At first some of my friends underestimated me, he didn't believe I would be able to get a scholarship for my master's degree. all I can do is do something optimal and work hard.. The message for foreigners who want to study in Taiwan is to increase their intention. I know this word is common for you to hear but with strong intentions I am sure whether this year, next year or the coming year you will definitely reach your dreams. I believe in visualitaion tools which give positive energy to dreams that come true. if you have something to fight for, then live with the struggle process.

(Indonesian)  

Awalnya beberapa teman saya ragu akan kemampuan saya, dia tidak percaya saya akan bisa mendapatkan beasiswa untuk gelar master saya. Sesuatu yang bisa saya lakukan adalah melakukan sesuatu secara optimal dan bekerja keras.  Pesan untuk orang asing yang ingin belajar di Taiwan adalah untuk meningkatkan niat mereka. Saya tahu kata ini biasa Anda dengar tetapi dengan niat yang  kuat saya yakin apakah tahun ini, tahun depan atau tahun mendatang Anda pasti akan mencapai impian Anda. Saya percaya pada “ power of visualitaion” yaitu memberikan energi positif pada mimpi-mimpi kita. Suatu saat akan menjadi kenyataan. ika Anda memiliki sesuatu untuk diperjuangkan, maka hiduplah dengan proses perjuangannya juga.