image

新南向國家學生心得分享

想知道國際學生們對於在臺灣唸書有什麼想法和感受?您一定要聽聽他們的故事。

Happy Aprillia 王佳樂/ National Cheng Kung University

From : Indonesia
Major : Electrical Engineering

 ss_edi.jpg

I am Happy Aprillia, a 3rd year Ph.D. candidate in the Electrical Engineering Department NCKU and hopefully, I am able to finish doctoral study next year. I’m a lecturer in Electrical Engineering FoS of Kalimantan Institute of Technology, East Borneo, Indonesia. I’m studying in Taiwan under the support of Indonesia Endowment Fund (LPDP) – Ministry of Finance. I was graduated from a dual degree master program between Sepuluh Nopember Institute of Technology Indonesia and Asian Institute of Technology Thailand taking Power System Engineering and Energy major respectively. I live in Samarinda East Borneo, Indonesia and used to live in Pathumthani, Bangkok, Thailand for 1 year. I have one younger sister that study Material Science in National Chiao Tung University Taiwan. My father and my mother are government employee in Samarinda State Polytechnic (POLNES) in which working as lecturer and administration officer respectively.

Saya Happy Aprillia, kandidat Doktor di Jurusan Teknik Elektro NCKU dan semoga saya dapat menyelesaikan studi doctoral saya tahun depan. Saya adalah seorand dosen di Program Studi Teknik Elektro, Instititut Teknologi Kalimantan, Kalimantan Timur, Indonesia. Saya belajar di Taiwan dengan dukungan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan – Kementerian Keuangan Indonesia. Saya adalah lulusan program magister gelar ganda antara Insititut Teknologi Sepuluh Nopember – Indonesia dan Asian Institute of Technology Thailand dengan jurusan Teknik Sistem Tenaga dan Energy. Saya tinggal di Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia dan pernah tinggal di Pathumthani, Bangkok, Thailand selama 1 tahun. Saya memiliki seorang adik yang bersekolah di Jurusan Teknik Material di National Chiao Tung University Taiwan. Bapak dan ibu saya adalah seorang pegawai negeri sipil di Politeknik Negeri Samarinda yang bekerja sebagai dosen (untuk bapak) dan pegawai administrasi (untuk ibu).

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

Taiwan is my first choice after Japan for the Engineering study. I choose Taiwan because of the easy process in the enrollment, industry-university research collaboration, part-time incentive as research assistant and free Mandarin Language class. In Taiwan, we can apply the registration to the school in line with communicating with the prospective professor. This procedure benefits me to shorten the waiting time for starting my Ph.D. study. Besides, most professors in Taiwan are well recognized in the research, industry-based projects and publication thus I can learn from them how to conduct good research, find the funding and attract industry to have collaboration. Next, I’ve just found out that, most professors in the Electrical Engineering Department give incentive for us as the part-time Research Assistant. This scheme supports me very well because I can do my study but also get an allowance from my laboratory. One of the interesting offers is also for the free Mandarin Language class that I can take for 2 semesters. This class eases me to survive in conversation in daily activities with the professor, lab mates and people I met. Furthermore, I like the buddy-buddy program from NCKU which help me on my first arrival in Taiwan, the buddy is not only introduced the neighborhood but also become my close friend till now.

(Indonesian) 

Taiwan adalah pilihan pertama saya setelah Jepang untuk sekolah Teknik. Saya memilih Taiwan karena kemudahan proses pendaftaran, kolaborasi riset antar industry dan universitas, insentif kerja tambahan sebagai asisten riset dan kelas Bahasa Mandarin gratis. Di Taiwan, kita dapat mendaftar ke sekolah bersamaan dengan berkomunikasi dengan calon professor. Prosedur ini memudahkan saya untuk memperpendek masa menunggu untuk memulai sekolah doktoral. Selain itu, kebanyakan professor di Taiwan sangat terkenal di bidang riset, proyek berbasis industri dan publikasi karenanya saya dapat belajar dari mereka bagaimana mengerjakan riset yang baik, mencari pendanaan dan menarik industri untuk berkolaborasi. Kemudian, saya baru saja tahu, (bahwa) hampir semua professor di jurusan teknik elektro memberi gaji untuk kami sebagai asisten penelitian paruh waktu. Skema ini sangat bermanfaat bagi saya karena saya dapat belajar dan juga mendapat uang saku dari laboratorium saya. Salah satu tawaran menarik yaitu kelas Bahasa Mandarin gratis yang saya bisa ikuti selama 2 semester. Kelas ini memudahkan saya untuk bertahan dalam kegiatan percakapan sehari-hari dengan professor, teman lab dan orang-orang yang saya temui. Selain itu, saya pun menyukai buddy-buddy program dari NCKU yang membantu saya pada kedatangan pertama saya di Taiwan, buddy saya (demikian saya menyebutnya) tidak hanya mengenalkan tentang lingkungan sekitar namun juga menjadi teman dekat saya hingga sekarang.

 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

In 2016, I took a Doctoral program in the Electrical Engineering Department, Power Group. Currently, I’m assigned to part-time work as an adjunct assistant in Energy and Power System Laboratory under supervised by Prof. Hong-Tzer Yang. I take 18 courses already and finish qualification exams in the first two years. Study in NCKU gives me broaden view about my knowledge. Although the courses mainly delivered by the Chinese Language, the professors always give English translation in most lecture and give me the opportunity to ask something I don’t understand. The courses like power system engineering, load flow, engineering economics become my favorite because it is strongly related to my experience before. I enjoyed most of my study time here, the courses are readily arranged, they have Moodle, clear syllabus, class contracts. I like to attend the invited-guess seminar because EE invites the world expert to Tainan. When my lab wants to learn about wind energy, my professor invited Spanish Wind Energy Professor to the seminar that really broadens my view in both analysis and practical aspects.

(Indonesian) 

Pada tahun 2016, saya mengambil program doktor di Jurusan Teknik Elektro, Power Group. Sekarang saya ditunjuk menjadi pekerja paruh waktu sebagai asisten peneliti di laboratorium energi dan sistem tenaga (Energy and Power System Laboratory) dibawah bimbingan Prof. Hong-Tzer Yang. Saya telah mengambil 18 mata kuliah dan menyelesaikan ujian kualifikasi di dua tahun pertama. Belajar di NCKU memperluas wawasan saya tentang ilmu pengetahuan. Walaupun mata kuliah banyak disampaikan dengan Bahasa Mandarin, tapi para professor selalu memberikan terjemahan Bahasa Inggris dalam setiap kuliah dan memberi saya kesempatan untuk bertanya sesuatu yang tidak saya pahami. Mata kuliah seperti Teknik sistem tenaga, aliran beban, ekonomi Teknik menjadi favorit saya karena berhubungan langsung dengan pengalaman saya terdahulu. Saya menikmati masa belajar saya disini, mata kuliah telah benar-benar siap, mereka telah memiliki Moodle, silabus yang jelas dan kontrak perkuliahan. Saya senang menghadiri seminar dengan tamu dari luar karena Jurusan Teknik Eletktro mengundang para ahli dunia ke Tainan. Ketika lab saya ingin belajar tentang wind energy, professor saya mengundang professor ahli tenaga angin dari Spanyol ke seminar yang benar-benar membuka wawasan saya baik dari segi analisis maupun praktis.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

In comparison to Indonesia, Taiwan has better teaching quality, especially for the environment, school equipment, reading resources and laboratory. The classrooms have computer, screen projectors and microphone to ensure the course is delivered well to the students. The doctor students are equipped with laptop to support the doctoral study. I also equipped with personal PC that beyond sufficient to run code. NCKU provide latest student license for majorly used software like Matlab and Office. Wi-Fi is fast widely covered. Moreover, our student id can be used to log into the internet from every university anywhere using TaNet Internet Wi-Fi. The school environment and process of learning have no boundary. These are the best among my previous experience. Besides that, University in Taiwan also offers to fund for International Conference ‘s fee and accommodation. These schemes are similar to the University in the UK and USA but not in most developing countries like Indonesia.

(Indonesian)  

Dibandingkan dengan Indonesia, Taiwan memiliki kualitas pembelajaran yang lebih baik dari segi lingkungan, peralatan sekolah, sumber bacaan dan laboratorium. Kelas-kelas memiliki komputer, layar proyektor dan mikrofon untuk memastikan perkuliahan disampaikan dengan baik ke pelajar. Pelajar doctoral dipinjami dengan laptop untuk mensupport perkuliahan. Saya pun dilengkapi dengan PC pribadi yang lebih dari cukup untuk menjalankan simulasi. NCKU menyediakan student license terbaru untuk perangkat lunak yang banyak digunakan seperti MAtlab dan Office. Wi-Fi berjangkauan luas. Bahkan, identitas pelajar kami (student id) dapat digunakan untuk masuk ke jaringan internet dari kampus manapun dengan jaringan Wi-Fi Internet TaNet. Lingkungan sekolah dan proses belajar tidak terbatas. Ini adalah pengalaman terbaik dari pengalaman saya sebelumnya. Selain itu, universitas di Taiwan juga menawarkan skema pendaanan untuk biaya seminar internasional dan akomodasi. Skema ini sangat mirip dengan universitas yang ada di Inggris dan Amerika tapi tidak di kebanyakan negara berkembang seperti Indonesia.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

My greatest challenge I faced in applying to study in Taiwan is the preliminary documents that need multiple processes to prepare them. It’s somehow consuming a lot of time because I need to go to several offices to get the stamps and wait for days before continuing to the next steps. Because I live in Borneo Island, I need to spend almost two weeks to travel to Surabaya in Java Island Indonesia, having stamps from TETO, Ministry of Foreign Affair Indonesia and Ministry of Higher Education Indonesia. Besides, I need to take the vaccine in the specific health clinics only to get the right certificate and further have an official copy of it.

(Indonesian)  

Tantangan terbesar saya dalam mendaftar sekolah di Taiwan adalah dokumen awal yang harus diproses berkali-kali dalam menyiapkannya. Proses itu sangat menguras waktu, karena saya harus pergi dari satu kantor ke kantor lainnya untuk mendapatkan stempel dan menuggu beberapa hari sebelum melanjutkan proses berikutnya. Karena saya tinggal di pulau Kalimantan, saya harus menghabiskan hamper 2 minggu untuk pergi ke Surabaya di Pulau Jawa Indonesia, mendapatkan stempel dari TETO, Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia. Selain itu, saya harus mendapatkan vaksinasi di klinik kesehatan yang ditunjuk untuk mendapatkan sertifikat dan kemudian harus mendapatkan Salinan resminya.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

I will return to Indonesia to continue my work as a lecturer in Kalimantan Institute of Technology Balikpapan Indonesia. To work in Taiwan is appealing because of the good working attitude and high salary. I experience many good times in Taiwan, thus, I will share my experience with my students and find an opportunity to have collaboration with a university in Taiwan such as NCKU. I will also encourage my students to apply for graduate program in Taiwan because the higher education system in Taiwan is excellent with all the supporting equipment to conduct the best lecture. Taiwan itself has good weather, kind neighborhood and the best place to study.

(Indonesian)  

Saya akan kembali ke Indonesia untuk melanjutkan kerja saya sebagai dosen di Institut Teknologi Kalimantan Balikpapan Indonesia. Untuk bekerja di Taiwan sangat menggiurkan karena etos kerja yang baik dan gaji yang tinggi. Saya memiliki banyak pengalaman yang baik di Taiwan, karenanya, saya akan menyebarluaskan pengalaman saya ini ke mahasiswa saya dan mencari sebuah kesempatan untuk menjalin kolaborasi dengan universitas di Taiwan seperti NCKU. Saya juga akan mendorong mahasiswa saya untuk mendaftar program pascasarjana di Taiwan karena Pendidikan Tinggi di Taiwan sangat baik dengan segala peralatan pendukung untuk menjalankan perkuliahan terbaik. Taiwan sendiri memiliki cuaca yang baik, lingkungan yang ramah dan tempat terbaik untuk belajar.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

Studying in Taiwan provides a good chance for me to improve my career. I learn the work ethics, Mandarin Language and project collaboration that can be enlisted to my curriculum vitae. To graduate from the doctoral program in Taiwan, at least I need to publish two journal paper with an impact factor higher than 2. This seems hard and difficult but after I graduated, those journals and the skill of academic writing can be used to my lecturing activity later. Next, I can speak the Mandarin Language that can help me build research relation to Taiwan or conduct a project with Taiwanese Company in Indonesia. The experience I got from the project collaboration in my laboratory also will enhance my future because I can apply those experience to my university.

(Indonesian)  

Belajar di Taiwan memberi kesempatan baik untuk saya memperbaiki karir saya. Saya belajar etika bekerja, Bahasa Mandarin dan kolaborasi proyek yang dapat saya susun di daftar riwayat hidup saya. Untuk dapat lulus dari program doctor di Taiwan, setidaknya saya harus mempublikasikan dua jurnal dengan impact factor lebih tinggi dari 2. Ini terlihat sangat susah namun ketika saya lulus, jurnal-jurnal ini dan kemampuan menulis akademik saya dapat digunakan untuk aktivitas mengajar saya. Kemudian, saya dapat berbicara Bahasa Mandarin yang dapat membantu saya membangun relasi riset di Taiwan atau membangun sebuah proyek dengan perusahaan Taiwan di Indonesia. Pengalaman yang saya dapat dari kolaborasi proyek di labroatorium saya jgua akan meningkatkan masa depan saya karena saya dapat menerapkan pengalaman tersebut di universitas saya.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

Key achievements during my study in Taiwan is I can join Delta Company -NCKU research collaboration under Energy and Power System Laboratory (EPSLAB) in the EE department. With this experience, I know that my dissertation topics, my research is further applied in the real system, not just become an analysis in the paper. I hope I can build a research environment as good as it is at my university. Besides that, my key achievement is I can speak and listen to the daily conversation in Mandarin. Besides my mother language and English, once I traveled to another country, I can hear Mandarin language and communicate with people I met.

(Indonesian)  

Pencapaian terbesar saya selama belajar di Taiwan adalah saya dapat bergabung dalam riset kolaborasi antara Delta Company – NCKU di bawah Energy and Power System Laboratory (EPSLAB) di jurusan Teknik Elektro. Denganpengalaman ini, saya mengetahui bahwa topik disertasi saya, riset saya dipergunakan di sistem sebenarnya, bukan hanya menjadi analisis di jurnal. Saya harap saya dapat membangun sebuah lingkungan penelitian yang setara di universitas saya. Selain itu, pencapaian terbesar saya adalah saya dapat berbicara dan mendengar percakapan harian dalam Bahasa Mandarin. Selain bahasa ibu dan bahasa inggris, ketika saya bepergian ke negara lain, saya dapat mendengar Bahasa Mandarin dan berkomunikasi dengan orang yang saya temui.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

Please come to study in Taiwan, you’ll experience first-class education system and learn the Mandarin language in a warm neighborhood. In our sight, we might be afraid because we don’t have any Mandarin Language skill but trust me, Taiwan will let you learn it free in every university. Leave your worry to get someone to chat because there are many foreigners that you can meet which is such as from Germany, USA, France, Spain, Vietnam, Thailand, Malaysia. For my Moslem friend, the food is good, and they now tend to be Moslem-friendly. We can also find much vegetarian food, a diverse variation of fruit and healthy food to eat.

(Indonesian)  

Silahkan datang ke Taiwan, kamu akan merasakan sistem Pendidikan kelas satu dan belajar Bahasa Mandarin dalam lingkungan yang hangat. Dalam pandangan kita, kita mungkin akan takut karena kita tidak memiliki kemampuan Bahasa mandarin, namun, percaya saya, Taiwan akan memberimu kesempatan belajar secara gratis di setiap universitas. Tinggalkan keraguanmu untuk mendapatkan teman mengobrol karena banyak sekali orang asing yang dapat kamu temui yang berasal dari Jerman, Amerika, PErancis, Spanyol, Vietnam, Thailand, Malaysia. Untuk teman muslim saya, makanan disini enak dan mulai berganti menjadi lebih bersahabat untuk muslim. Kita juga dapat menemukan makanan vegetarian, banyak variasi buah dan makanan sehat untuk dimakan.

 


  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img