image

新南向國家學生心得分享

想知道國際學生們對於在臺灣唸書有什麼想法和感受?您一定要聽聽他們的故事。

Chaterine Gunawan魏芬妮/ National Chengchi University

From : Indonesia
Major : Department of Diplomacy

服務課_1.jpg 

My name is Chaterine, and I come from Surabaya, Indonesia. I am turning 19 this year because of the fact that I was born on the 17th of September 2000. I enjoy reading, writing, traveling, learning new languages, and running. I am currently an undergraduate student at National Chengchi University, majoring in Diplomacy.

Nama saya Chaterine, saya berasal dari kota Surabaya, Indonesia. Saya akan berumur 19 tahun ini karena saya lahir pada tanggal 17 September 2000. Saya suka membaca, menulis, jalan-jalan, belajar bahasa-bahasa baru, dan berlari. Sekarang saya sedang menempuh pendidikan sarjana di National Chengchi University, jurusan diplomasi.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

1. What made you decide to study in Taiwan?

(English)

It started because of my childhood dream, I told myself that I want to study abroad when I grow up. My dream country was not Taiwan, because I hated Mandarin so much back then. But life is weird isn't it? When I got into high school, I was suddenly astonished and curious about Mandarin, so I asked my parents to sign me up for Mandarin course. My mom later asked me, "Do you want to enhance your Chinese ability? If you wish so, I have an offer. You can pursue your further study in Taiwan." I, of course accepted the offer.

(Indonesian) 

Semua berawal dari impian masa kecil saya, saya suka berkata bahwa saya ingin melanjutkan studi ke luar negri jika saya besar nanti. Dulu, negara impian saya bukan Taiwan, karena saya sangat benci bahasa Mandarin sewaktu saya kecil. Tapi, hidup sangatlah aneh bukan? Ketika saya beranjak menuju sekolah menengah atas (SMA), saya tiba-tiba tertarik dan ingin tahu lebih lanjut tentang bahasa Mandarin, jadi saya meminta pada orang tua saya untuk dileskan bahasa Mandarin. Lalu, ibu saya bertanya pada saya, “Apakah kamu mau memperbaiki kemampuan bahasa Mandarin-mu? Kalau kamu mau, Ibu punya tawaran. Kamu bias melanjutkan studimu di Taiwan.” Tentu saja saya menerima tawaran tersebut.

 

2.  Briefly tell us about the program you are studying. What subjects are you studying? What have you enjoyed the most in your studies?
(English)

I am currently majoring in Diplomacy, College of International Affairs. This major is the same with International Relations major in general, but my university has many courses to offer for international students. For example, I am an Indonesian, but I have required courses all in Chinese. My Chinese ability is not as good as my English ability, therefore, I prefer to have English courses, and my university has it. We also free to choose the area of International Relation that we want to study when we reach the third year. We are able to choose from Africa, European Union, Latin America, The Middle East, and etc. Overall, it is a fun major to study if you are passionate about what is going on in this world and how to make it a better place for everyone.

(Indonesian) 

Saya sedang menekuni jurusan Diplomasi, fakultas Hubungan Internasional. Jutusan ini sama dengan jurusan Hubungan Internasional, tapi universitas saya memiliki banyak mata kuliah untuk mahasiswa internasional. Contohnya, saya orang Indonesia, tapi saya memiliki mata kuliah wajib dalam bahasa Mandarin. Kemampuan bahasa Mandarin saya tidak sebagus bahasa Inggris saya sehingga saya lebih suka memilih mata kuliah berbahasa Inggris, dan universitas saya memiliki itu. Kami juga diberi kebebasan dalam memilih mata kuliah yang berhubungan dengan Hubungan Internasional ketika kami berada pada tahun ke tiga. Kami dapat memilih negara Afrika, Uni-Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah, dan lain-lain. Secara keseluruhan, jurusan ini sangat menyenangkan jika anda memiliki gairah untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dunia ini dan bagaimana membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik.

3. How does studying in Taiwan compare with studying in your home country (e.g., teaching quality, environment, school equipment, facilities, etc.)?

(English)

Of course, Taiwan has better teaching qualities, equipment, and facilities. In my home country, we are not allowed to choose our own courses during the first semester of first year, the university decides the courses for us. In Taiwan, we are free to choose our own courses and schedule, as long as it meets all of the requirements. Also, the study facilities are very well equipped in Taiwan. If there is something broken, the school will repair it as soon as possible. Furthermore, in my university, there is tennis, soccer, badminton, volley field, and there is a swimming pool too, which makes exercising as easy as ever.

(Indonesian)  

Tentu saja, Taiwan memiliki kualitas pengajaran, sarana, dan fasilitas yang lebih bagus. Di negara saya berasal, kami tidak diperbolehkan memilih mata kuliah semasa taun pertama perkuliahan kami, semua mata kuliah yang harus kami ambil diatur oleh pihak universitas. Berbeda dengan Taiwan, kami diperbolehkan memilih mata kuliah dan jadwal yang kami mau, asalkan memenuhi segala persyaratan. Fasilitas belajar di Taiwan juga sangatlah lengkap. Jika ada sesuatu prasarana yang rusak, sekolah akan langsung memperbaikinya. Di universitas saya juga tersedia lapangan tenis, sepak bola, bulutangkis, voli, serta kolam renang, yang membuat kami mudah untuk berolahraga.

4.  What has been the greatest challenge you faced in applying to study in Taiwan? How did you overcome this challenge?

(English)

My biggest challenge was Chinese. I joined the program which required me to have Chinese exam before entering university in Taiwan. My Chinese was so dull, I was afraid that I could not pass the test. But, I always remembered what my Chinese teacher told me, "never give up, always do your best, and think positively." Because of this phrase, I studied hard and seriously. Then, the exam day came. I was so nervous, my hands were shaking. I opened up the exam paper and it turned out that I could fill almost all of it. I passed. The key is never to give up and do your best.

(Indonesian)  

Tantangan terbesar saya adalah bahasa Mandarin. Saya dulu mengikuti program di mana saya harus ujian bahasa Mandarin terlebih dahulu sebelum masuk ke universitas di Taiwan. Bahasa Mandarin saya sangatlah kurang, dan saya sangat takut kalau saya gagal ujian ini. Tapi, saya selalu ingat perkataan guru bahasa Mandarin saya, “Jangan menyerah, selalu lakukanlah yang terbaik, dan berpikir positif.” Karena kata-kata ini, saya belajar dengan keras dan serius. Lalu, hari ujian pun datang. Saya sangat gugup, tangan saya gemetaran. Saya membuka kertas soal ulangan, dan ternyata saya hampir bisa mengisi semua soal yang diujikan. Kuncinya adalah jangan menyerah dan lakukanlah yang terbaik.

5.  What do you plan to do after you have finish your studies in Taiwan? Would you like to stay in Taiwan?  Why? 

(English)

Since I am a Diplomacy student, I plan to work in a non-profit organizations field. If I have a chance to work in Taiwan and in a non-profit organization, of course, I would like to stay here. But if I do not have the chance, I probably will go back to my home country to work in a non-profit organization, to look for some experience before entering bigger organizations such as UNICEF, UNDP, etc. I am aware to achieve such a thing is not easy, but I would like to try. However, to get into such organizations I need to fulfill one of their requirements that is a minimum of master degree in a related field. Therefore, I probably plan to pursue my further study outside Taiwan which I have not decided yet.

(Indonesian)  

Karena saya adalah mahasiswi Diplomasi, saya berencana untuk bekerja di organisasi nirlaba. Jika saya memiliki kesempatan untuk bekerja di Taiwan dan di organisasi nirlaba, tentu saja saya ingin tetap tinggal di Taiwan. Namun jika saya tak memiliki kesempatan itu, saya mungkin akan kembali ke negara asal saya dan bekerja di organisasi nirlaba, untuk mencari pengalaman sebelum saya masuk dan mendaftar ke organisasi yang lebih besar seperti UNICEF, UNDP, dll. Saya sangat sadar untuk mencapai hal tersebut sangatlah tidak mudah, tapi saya ingin mencobanya. Akan tetapi, untuk bekerja di organisasi-organisasi tersebut, saya harus memenuhi beberapa persyaratan penting, seperti memiliki gelar pascasarjana di bidang yang bersangkutan. Maka dari itu, saya mungkin akan melanjutkan studi pascasarjana saya di negara lain selain Taiwan, yang belum saya putuskan.

6.  How do you think studying in Taiwan can benefit you in your future career?

(English)

Studying in Taiwan could benefit my further career since I plan to work in international organizations or firms, because most of them require the employee to be fluent in international language besides English, which is Chinese. I want to enhance my Chinese ability because I believe it will be useful in the future. Furthermore, studying in Taiwan enables me to unleash my potential, because there are many facilities and equipment here which support my study. Also, exposing myself into a new country or area could shape me as a better person in many ways, including become more independent, punctual, and discipline.

(Indonesian)  

Belajar di Taiwan memberi keuntungan untuk karir saya di masa depan karena saya berencana untuk bekerja di organisasi atau perusahaan internasional, karena kebanyakan dari mereka menginginkan karyawan yang bisa fasih bahasa internasional selain Inggris, yaitu Mandarin. Saya ingin mengembangkan kemampuan bahasa Mandarin saya karena saya percaya hal ini akan berguna di masa depan. Lebih lagi, belajar di Taiwan dapat mengembangkan potensi saya, karena banyak sarana dan prasarana yang mendukung studi saya. Juga, mengekspos diri saya terhadap negara baru atau area dapat membentuk saya menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk menjadi lebih mandiri, tepat waktu, dan disiplin.

7.  What do you see as your key achievements during your studies in Taiwan?

(English)

By studying in Taiwan, besides being more independent, I learn a lot about punctuality and discipline which I cannot obtain in my home country. For example, when arranging a meeting with a Taiwanese friend, we later agree to meet at 4 PM. She or he will be there at 4 PM and there are no excuses except we mention it beforehand. Also, when we wait for something which requires to queue, people in Taiwan will queue very well. We do not take the place of the person in front of us, it is considered as being impolite and rude. Taiwan taught me a lot of life lessons which I did not realize how important it is before.

(Indonesian)  

Dengan belajar di Taiwan, selain menjadi lebih mandiri, saya belajar banyak tentang tepat waktu dan kedispilinan yang tidak saya dapatkan di negara saya berasal. Contohnya, ketika merencanakan janji dengan seorang teman Taiwan, kami berjanji untuk bertemu pada jam 4 sore. Dia akan berada di tempat kami berjanji pukul 4 tepat tanpa ada alasan kecuali kami sudah ijin untuk telat. Juga, ketika mengantri, orang-orang mengantri dengan sangat baik. Kami tidak menyerobot, karena itu sangatlah tidak sopan. Taiwan mengajarkan saya banyak pelajaran hidup yang dulunya saya anggap tidak penting.

8. What advice do you have for other foreign students who may want to come to Taiwan to study?

(English)

If you want to study in Taiwan, all you have to prepare is your mind. This country might or might not be different much from your home country.  For me, this country has many differences from my home country which I should adapt slowly. If it is not different from your home country then that does not mean you do not have to worry, you can be homesick too someday. Therefore, you should prepare your mental well, to ensure you will finish your study here. Also, do not forget to study some basic Chinese eventhough you are applying for English program. You might not know what the streetfood truck sellers expect when they speak to you.

(Indonesian)  

Jika kamu ingin belajar di Taiwan, yang harus kamu siapkan adalah mentalmu. Negara ini mungkin saja atau mungkin saja tidak berbeda dengan negara asalmu. Buat saya, negara ini memiliki banyak pebedaan dengan negara asal saya, yang di mana saya harus beradaptasi secara perlahan. Jika negara ini tidak berbeda dengan negara asalmu, bukan berarti kamu tidak boleh khawatir, kamu juga dapat merindukan rumah suatu hari. Maka dari itu, kamu harus mempersiapkan mentalmu dengan baik, untuk memastikan kamu menyelesaikan studimu di sini. Juga, jangan lupa mempelajari bahasa Mandarin dasar walaupun kamu mendaftar program berbahasa Inggris. Kamu tidak akan pernah tahu ketika pedagang kaki lima akan berbicara denganmu.

 


  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img